Moskow (ANTARA/AFP) - Zenit St Petersburg menyentak dunia sepak bola dengan merekrut bintang Brazil, Hulk, beberapa jam sebelum tenggat waktu pendaftaran Liga Champions berakhir, sebuah tanda yang menyiratkan ambisi juara Rusia untuk melaju melampaui pertandingan domestik.

Dalam pembelian yang melibatkan jumlah uang terbesar dalam sejarah sepak bola Rusia, Zebit bukan hanya mendatangkan Hulk dari Porto, namun juga merekrut gelandang Belgia, Axel Witsel, dari klub Portugal, Benfica, dalam kesepakatan yang dilaporkan bernilai total 100 juta euro.

Ketika sepak bola Rusia dibanjiri bintang-bintang asing yang menua, serta pemain-pemain berdarah Afrika dan Amerika Latin, mendatangkan pemain dengan kualitas Hulk memperlihatkan level ambisi yang baru.

Ketika hubungan Gazprom dengan beberapa klub papan atas memburuk, keberuntungan Zenit membaik dengan kucuran dana dari perusahaan gas negara itu. Mendatangkan pemain seperti Hulk memperlihatkan bahwa mereka tidak hanya mengincar kesuksesan di Liga Rusia.

Menambahkan dua bintang dalam tim yang sudah dihuni pemain internasional Portugal, Bruno Alves dan Danny Well, serta pemain Italia, Domenico Criscito, Zenit terlihat ingin memberi dampak besar di Liga Champions.

Mereka seharusnya terbantu karena menghuni grup yang relatif lemah, dengan Anderlecht, Malaga, dan AC Milan. Di saat Zenit merupakan juara Piala UEFA 2008, tidak ada tim Rusia atau Uni Soviet lainnya yang pernah menjuarai Liga Champions maupun turnamen pendahulunya, Piala Eropa.

"Zenit memenangi dua kejuaraan Rusia terakhir, namun tim ini menginginkan hasil-hasil serius di Liga Champions. Sampai sekarang klub-klub Rusia tidak pernah lebih jauh daripada perempat final," kata pewarta olahraga dan editor Stasiun Radio Moscow Echo, Anton Orekh.

"Zenit menginginkan bintang global untuk bersaing di level Eropa," ucapnya pada AFP.

Bagi Hulk sendiri kepindahan ke Zenit merupakan kejutan, namun ia terlihat gembira dengan prospek bermain di Rusia.

 "Pada Jumat bursa transfer ditutup, dan saya sedang mempersiapkan diri untuk menjalani musim yang lain di Porto, namun agenku berkata padaku bahwa klub telah menjual saya ke Zenit," kata Hulk seperti dikutip media-media Portugal.

"Itu merupakan proposal luar biasa baik untuk Porto dan untuk saya. Itu adalah pergerakan yang tidak diharapkan, namun saya siap untuk tantangan baru ini."

Agen Hulk, Teodoro Fonseca, mengatakan kepada kantor berita Portugal, Lusa, bahwa transfer itu bernilai sebesar 60 juta euro, sedangkan transfer Witsel membuat Zenit harus membayar sebesar 40 juta euro kepada rival domestik Porto, Benfica.

Harian Rusia, Sport Express, menuliskan angka yang lebih rendah, dengan mengutip salah satu sumber dari kubu Zenit, bahwa Zenit akan membayar sekitar 40 juta euro dalam beberapa tahapan selama tiga tahun.

Untuk mempertahankan kualitas klub asal St Peterbusrg itu, pihak klub tidak menyembunyikan upaya mereka untuk mempertahankan mantan penyerang mereka, Andrei Arshavin, yang tampil beberapa kali sebagai pemain pinjaman dari Arsenal pada musim lalu.

Namun terdapat kekurangan pada ambisi besar-besaran di sepak bola Rusia, di mana terdapat masalah-masalah sistemik dengan sistem pembinaan sepak bola mereka yang terlihat pada kegagalan-kegagalan tim nasional Rusia.

Salah satu klub kaya Rusia lainnya, Anzhi Makhachkala, sempat menimbulkan geger di bursa transfer internasional, berkat dukungan keuangan dari pengusaha metal dan minyak Rusia, Suleiman Kerimov.

Anzhi, yang didirikan pada 1991, hanya menikmati sedikit kesuksesan di sepak bola Rusia sampai mereka diakuisisi oleh Kerimov pada tahun lalu, dan melalui pengeluaran besar-besarannya, mereka telah mendatangkan penyerang Kamerun, Samuel Eto'o, dan veteran Brazil, Roberto Carlos.

Pada hari-hari terakhir, Anzhi merekrut gelandang Prancis, Lassana Diarra, dari Real Madrid.

Berikutnya, Kerimov mendatangkan pelatih Belanda, Guus Hiddink, untuk melatih Anzhi, di mana ia dilaporkan digaji sepuluh juta euro per tahun.

Pembelian-pembelian yang lebih murah dilakukan oleh dua raksasa Moskow, Spartak (dimiliki oleh Leonid Fedun) dan CSKA (dimiliki oleh Yevgeny Giner), sehingga keduanya benar-benar tertutup oleh bayang-bayang Saint Petersburg dan Makhachkala.

Bagaimanapun, klub Moskow lainnya, Lokomotiv - yang didanai oleh perusahaan kereta api milik negara - telah mendatangkan mantan pelatih timnas Kroasia, Slaven Bilic, sebagai manajer mereka.
(ANT-Uu.SYS/A020)