Awal Ramadhan ditetapkan Sabtu
Kamis, 19 Juli 2012 21:44 WIB
Penetapan awal Ramadhan hari Sabtu (21/7) (FOTO ANTARA)
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Kementerian Agama atas nama pemerintah menetapkan awal puasa Ramadhan 1433 Hijriyah jatuh pada hari Sabtu, 21 Juli 2012.
Keputusan tersebut merupakan hasil sidang itsbat yang berlangsung di auditorium Kementerian Agama Jalan MH Thamrin No.6, Jakarta, Kamis malam.
Sidang penetapan awal Ramadhan yang dipimpin Menteri Agama Suryadharma Ali dihadiri Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin, Dirjen Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Wahyu Widiana, Wakil Ketua Komisi VIII DPR-RI Jazuli Juwaini, Sekjen Kemenag Bahrul Hayat, Dirjen Bimas Islam Abdul Jamil, pimpinan ormas-ormas Islam, duta besar negara sahabat, dan anggota Badan Hisab dan Rukyat Kemenag.
"Sesuai laporan tadi dan pencermatam pertimbangan yang dilakukan di berbagai tempat tadi, bahwa hilal tidak bisa dilihat. Oleh karenanya, 1 Ramadhan 1433 H jatuh pada hari Sabtu 21 Juli 2012," ujar Menteri Agama Suryadarma Ali.
Keputusan itu setelah mendengar pembacaan laporan rukyatul hilal (pengamatan bulan baru) oleh Ketua Badan Hisab dan Rukyat yang juga Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Binmas), Kementerian Agama, Ahmad Jauhari.
"Laporan rukyat yang masuk ke pusat sebanyak 38 lokasi. Semuanya menyatakan tidak melihat hilal," ujar Jauhari. Titik lokasi pemantauan antara lain Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, Sultengara, Sulut, Sultengah, NTT, Bali, NTB, Sulsel, Mamuju, Kalimantan Tengah, Kaltim, Kalbar, Kalsel, Jatim, DIY, Jateng, hingga Aceh.
Ahmad Jauhari juga menyebutkan bahwa perhitungan data hisab yang dihimpun oleh Direktorat Jendral Bimas Islam di beberapa titik pemantauan di seluruh Indonesia menyatakan bahwa ijtima menjelang Ramadhan 1433H jatuh pada Kamis 20 Juli 2012, pukul 11.24 menit WIB bertepatan dengan 29 Syaban 1433 H
Sebelumnya, perwakilan ormas mengikuti mengobservasi penampakan hilal. Observasi itu bisa disaksikan di layar yang dipasang di lantai dua gedung utama kantor Kementerian Agama , Jl MH Thamrin Jakarta Pusat, sejak pukul 17.00 WIB, Kamis (21/7). Mereka melihat titik-titik observasi hilal di wilayah-wilayah tertentu di Indonesia lewat layar.
Sidang yang berlangsung hingga Pukul 21.00 WIB itu berlangsung "tegang" lantaran ada ormas yang mengaku bahwa anggotanya sudah melaporkan melihat hilal. KH Gozali, dari Nahdlatul Ulama (NU) sempat mempertanyakan hal itu dan minta agar keahliannya diuji kesahihannya.
Sementara itu FPI, salah satu ormas Islam lainnya menegaskan pihaknya akan melaksanakan puasa pada Jumat, 20 Juli 2012 lantaran keyakinan yang dipegangnya.
Sementara di sisi lain ada ormas yang meminta agar persoalan penetapan awal Ramadhan ini didiskusikan dalam forum tertutup dengan mendiskusikan melibatkan para ahli.
Sedangkan wakil dari ITB minta agar semua pihak mau belajar tentang astronomi, mengenai masalah bulan dan matahari sehingga ke depan tak terus menerus menuai perbedaan.(Ant)
Keputusan tersebut merupakan hasil sidang itsbat yang berlangsung di auditorium Kementerian Agama Jalan MH Thamrin No.6, Jakarta, Kamis malam.
Sidang penetapan awal Ramadhan yang dipimpin Menteri Agama Suryadharma Ali dihadiri Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin, Dirjen Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Wahyu Widiana, Wakil Ketua Komisi VIII DPR-RI Jazuli Juwaini, Sekjen Kemenag Bahrul Hayat, Dirjen Bimas Islam Abdul Jamil, pimpinan ormas-ormas Islam, duta besar negara sahabat, dan anggota Badan Hisab dan Rukyat Kemenag.
"Sesuai laporan tadi dan pencermatam pertimbangan yang dilakukan di berbagai tempat tadi, bahwa hilal tidak bisa dilihat. Oleh karenanya, 1 Ramadhan 1433 H jatuh pada hari Sabtu 21 Juli 2012," ujar Menteri Agama Suryadarma Ali.
Keputusan itu setelah mendengar pembacaan laporan rukyatul hilal (pengamatan bulan baru) oleh Ketua Badan Hisab dan Rukyat yang juga Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Binmas), Kementerian Agama, Ahmad Jauhari.
"Laporan rukyat yang masuk ke pusat sebanyak 38 lokasi. Semuanya menyatakan tidak melihat hilal," ujar Jauhari. Titik lokasi pemantauan antara lain Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, Sultengara, Sulut, Sultengah, NTT, Bali, NTB, Sulsel, Mamuju, Kalimantan Tengah, Kaltim, Kalbar, Kalsel, Jatim, DIY, Jateng, hingga Aceh.
Ahmad Jauhari juga menyebutkan bahwa perhitungan data hisab yang dihimpun oleh Direktorat Jendral Bimas Islam di beberapa titik pemantauan di seluruh Indonesia menyatakan bahwa ijtima menjelang Ramadhan 1433H jatuh pada Kamis 20 Juli 2012, pukul 11.24 menit WIB bertepatan dengan 29 Syaban 1433 H
Sebelumnya, perwakilan ormas mengikuti mengobservasi penampakan hilal. Observasi itu bisa disaksikan di layar yang dipasang di lantai dua gedung utama kantor Kementerian Agama , Jl MH Thamrin Jakarta Pusat, sejak pukul 17.00 WIB, Kamis (21/7). Mereka melihat titik-titik observasi hilal di wilayah-wilayah tertentu di Indonesia lewat layar.
Sidang yang berlangsung hingga Pukul 21.00 WIB itu berlangsung "tegang" lantaran ada ormas yang mengaku bahwa anggotanya sudah melaporkan melihat hilal. KH Gozali, dari Nahdlatul Ulama (NU) sempat mempertanyakan hal itu dan minta agar keahliannya diuji kesahihannya.
Sementara itu FPI, salah satu ormas Islam lainnya menegaskan pihaknya akan melaksanakan puasa pada Jumat, 20 Juli 2012 lantaran keyakinan yang dipegangnya.
Sementara di sisi lain ada ormas yang meminta agar persoalan penetapan awal Ramadhan ini didiskusikan dalam forum tertutup dengan mendiskusikan melibatkan para ahli.
Sedangkan wakil dari ITB minta agar semua pihak mau belajar tentang astronomi, mengenai masalah bulan dan matahari sehingga ke depan tak terus menerus menuai perbedaan.(Ant)
Pewarta :
Editor : M. Suparni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PT SBS tebar keberkahan Ramadhan 1447 H, santuni anak yatim hingga gelar seminar
14 March 2026 14:45 WIB
Kemenag Sumsel siapkan 458 masjid ramah pemudik, ada layanan kesehatan gratis
13 March 2026 18:56 WIB
Info Mudik 2026: Ini daftar titik rawan macet di Jalintim dan Jalinteng Sumsel
13 March 2026 10:28 WIB
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
Jaga ekosistem laut, Pertamina Trans Kontinental tanam 512 terumbu karang di Sulawesi Utara
20 August 2026 7:24 WIB
Ubah limbah jadi bermanfaat, Kilang Plaju dorong Kelompok Proklim ciptakan produk bernilai
10 August 2026 22:42 WIB
Tim Gabungan berhasil kendalikan karhutla di Taman Nasional Gunung Rinjani NTB
09 August 2026 10:53 WIB
Pertamina Kilang Plaju kukuhkan kawasan siaga bencana dan gelar pelatihan mitigasi
02 August 2026 8:36 WIB