Hatta Rajasa : mari berhemat BBM
Minggu, 27 Mei 2012 17:53 WIB
Menteri Perekonomian Hatta Rajasa dalam suatu acara di Palembang, Sumatera Selatan, Januari lalu. (FOTO antarasumsel.com/Yudi Abdullah)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengajak masyarakat untuk berhemat bahan bakar minyak menyusul antrean panjang pembelian BBM di sejumlah daerah di Sumatera Selatan akhir-akhir ini.
"Nanti kita lihat saja, berapa kuotanya, tetapi yang paling penting mari kita berhemat," kata Hatta ketika menghadiri pelantikan Forum Keluarga Komering Ulu (FOKKU) di Palembang, Minggu.
Menurut dia, tidak boleh ada kebocoran dan penyalahgunaan BBM.
Ia mengatakan, kuota BBM akan dibahas serta ditata. "Kita menyadari 40 juta kiloliter yang ada di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) tidak cukup karena penentuan BBM itu dengan asumsi kenaikan Rp1.500 per liter," ujarnya.
Akan tetapi, lanjutnya, pada kenyataannya harga BBM tidak naik sehingga pertumbuhan yang mencapai 10 persen tentunya tidak mencukupi 40 juta KL tersebut.
Menurut dia, merupakan kewenangan pemerintah dan DPR RI untuk membahasnya, dan akan dilihat berapa kuotanya.
Mengenai permintaan tambahan kuota BBM untuk Sumsel, ia mengatakan, masalah itu akan dibahas oleh BPH Migas, Komisi VII DPR RI bersama dengan Pertamina.
Sebelumnya Gubernur Sumsel Alex Noerdin melalui surat No.541/1481 tanggal 16 Mei 2012 meminta penambahan kuota kepada BPH Migas yakni 10 persen untuk solar dan 15 persen untuk premium, serta melarang kendaraan pengangkut barang hasil produksi/industri menggunakan BBM bersubsidi.
Kuota BBM Sumsel untuk jenis premium sebesar 702.584 kiloliter dan solar 607.537 kiloliter, katanya.
(ANT/KR-Sus)
"Nanti kita lihat saja, berapa kuotanya, tetapi yang paling penting mari kita berhemat," kata Hatta ketika menghadiri pelantikan Forum Keluarga Komering Ulu (FOKKU) di Palembang, Minggu.
Menurut dia, tidak boleh ada kebocoran dan penyalahgunaan BBM.
Ia mengatakan, kuota BBM akan dibahas serta ditata. "Kita menyadari 40 juta kiloliter yang ada di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) tidak cukup karena penentuan BBM itu dengan asumsi kenaikan Rp1.500 per liter," ujarnya.
Akan tetapi, lanjutnya, pada kenyataannya harga BBM tidak naik sehingga pertumbuhan yang mencapai 10 persen tentunya tidak mencukupi 40 juta KL tersebut.
Menurut dia, merupakan kewenangan pemerintah dan DPR RI untuk membahasnya, dan akan dilihat berapa kuotanya.
Mengenai permintaan tambahan kuota BBM untuk Sumsel, ia mengatakan, masalah itu akan dibahas oleh BPH Migas, Komisi VII DPR RI bersama dengan Pertamina.
Sebelumnya Gubernur Sumsel Alex Noerdin melalui surat No.541/1481 tanggal 16 Mei 2012 meminta penambahan kuota kepada BPH Migas yakni 10 persen untuk solar dan 15 persen untuk premium, serta melarang kendaraan pengangkut barang hasil produksi/industri menggunakan BBM bersubsidi.
Kuota BBM Sumsel untuk jenis premium sebesar 702.584 kiloliter dan solar 607.537 kiloliter, katanya.
(ANT/KR-Sus)
Pewarta :
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hatta Rajasa: pelambatan perekonomian global tantangan Kabinet Kerja
27 October 2014 14:14 WIB, 2014
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Palembang pastikan integrasi warga binaan lewat warung informasi
18 September 2026 19:57 WIB
Kasus TPPU eks Jampidsus segera disidangkan, kuasa hukum sebut Febrie kooperatif
16 September 2026 9:16 WIB