Palembang (ANTARA Sumsel) - Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia Cabang Palembang kini sudah dilengkapi fasilitas peralatan canggih untuk mempermudah petugas melayani para pendonor.

Kepala Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD-PMI) setempat dr Anton Suwindro di Palembang, Kamis, mengatakan, UDD tersebut sejak setahun terakhir sudah memiliki sejumlah peralatan canggih, seperti uji silang serasi (cross match) dan gel tes serta Architect yakni sejenis peralatan berbentuk mesin foto kopi berfungsi memindai darah yang didonorkan.

Peralatan itu fungsinya dapat mempermudah mengetahui jenis penyakit ditularkan lewat darah seperti hepatitis B, hepatitis C, HIV/AIDS dan jenis penyakit lainnya.

Sedangkan peralatan uji Silang serasi dengan bantuan gel tes berfungsi  pengujian apakah darah pendonor cukup baik atau tidak bagi pasien yang ditransfusikan, katanya.

Menurut dia, peralatan baru tersebut sudah tersedia di UDD PMI cabang Palembang sejak empat bulan lalu.

Peralatan baru tersebut membantu kelancaran dan mempermudah pemenuhan kebutuhan darah pada sejumlah rumah sakit di Palembang dan sekitarnya, sehingga penyediaan darah menjadi lebih efisien.

Ia mencontohkan, biasanya pendeteksian penyakit memerlukan waktu dua jam, dengan architect hanya butuh waktu 30 menit untuk memindai penyakit pada darah pendonor.

Sementara cross matching hanya butuh 45 menit dari biasanya satu jam dan hasil pengujiannya dapat disimpan, sementara yang manual dapat dilihat pada reaksi pertama saja.

Ia menilai, penggunaan peralatan tersebut lebih cepat dan akurat, sehingga pasien tidak perlu khawatir dengan resiko tertular penyakit atau pun terinfeksi.

Kepala Laboratorium  UDD PMI cabang Palembang, Wahyuni, menambahkan bahwa   dengan peralatan baru tersebut pihaknya dapat memastikan kebutuhan darah dalam kondisi darurat dapat secepat mungkin dipenuhi, karena penanganannya lebih efisien.

Selain itu, kata dia, dengan efisiensi yang ada UDD PMI mampu memenuhi  kebutuhan darah ke beberapa rumah sakit di sejumlah daerah sekitar Kota Palembang dan bank darah setempat.

Selanjutnya, ketersediaan darah dua bulan terakhir hingga saat ini melalui pendonor sukarela sebanyak 4.300 kantong, dan ditambah mendapatkan bantuan dari PMI Padang sebanyak 500 kantong atau total 4.800 kantong.

"Jumlah tersebut dianggap cukup baik dan mampu memenuhi kebutuhan di daerah ini," katanya. (Fn*M033)