PMI Palembang dilengkapi fasilitas peralatan canggih
Kamis, 10 Mei 2012 15:15 WIB
Beberapa orang melakukan donor darah di unit donor darah PMI Cabang Palembang, Rabu (9/5). Saat ini PMI Kota Palembang mampu memproduksi 100 hingga 150 kantong per hari yang didapat dari pendonor sukarela untuk memenuhi kebutuhan masyarakat (Foto ant
Palembang (ANTARA Sumsel) - Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia Cabang Palembang kini sudah dilengkapi fasilitas peralatan canggih untuk mempermudah petugas melayani para pendonor.
Kepala Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD-PMI) setempat dr Anton Suwindro di Palembang, Kamis, mengatakan, UDD tersebut sejak setahun terakhir sudah memiliki sejumlah peralatan canggih, seperti uji silang serasi (cross match) dan gel tes serta Architect yakni sejenis peralatan berbentuk mesin foto kopi berfungsi memindai darah yang didonorkan.
Peralatan itu fungsinya dapat mempermudah mengetahui jenis penyakit ditularkan lewat darah seperti hepatitis B, hepatitis C, HIV/AIDS dan jenis penyakit lainnya.
Sedangkan peralatan uji Silang serasi dengan bantuan gel tes berfungsi pengujian apakah darah pendonor cukup baik atau tidak bagi pasien yang ditransfusikan, katanya.
Menurut dia, peralatan baru tersebut sudah tersedia di UDD PMI cabang Palembang sejak empat bulan lalu.
Peralatan baru tersebut membantu kelancaran dan mempermudah pemenuhan kebutuhan darah pada sejumlah rumah sakit di Palembang dan sekitarnya, sehingga penyediaan darah menjadi lebih efisien.
Ia mencontohkan, biasanya pendeteksian penyakit memerlukan waktu dua jam, dengan architect hanya butuh waktu 30 menit untuk memindai penyakit pada darah pendonor.
Sementara cross matching hanya butuh 45 menit dari biasanya satu jam dan hasil pengujiannya dapat disimpan, sementara yang manual dapat dilihat pada reaksi pertama saja.
Ia menilai, penggunaan peralatan tersebut lebih cepat dan akurat, sehingga pasien tidak perlu khawatir dengan resiko tertular penyakit atau pun terinfeksi.
Kepala Laboratorium UDD PMI cabang Palembang, Wahyuni, menambahkan bahwa dengan peralatan baru tersebut pihaknya dapat memastikan kebutuhan darah dalam kondisi darurat dapat secepat mungkin dipenuhi, karena penanganannya lebih efisien.
Selain itu, kata dia, dengan efisiensi yang ada UDD PMI mampu memenuhi kebutuhan darah ke beberapa rumah sakit di sejumlah daerah sekitar Kota Palembang dan bank darah setempat.
Selanjutnya, ketersediaan darah dua bulan terakhir hingga saat ini melalui pendonor sukarela sebanyak 4.300 kantong, dan ditambah mendapatkan bantuan dari PMI Padang sebanyak 500 kantong atau total 4.800 kantong.
"Jumlah tersebut dianggap cukup baik dan mampu memenuhi kebutuhan di daerah ini," katanya. (Fn*M033)
Kepala Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD-PMI) setempat dr Anton Suwindro di Palembang, Kamis, mengatakan, UDD tersebut sejak setahun terakhir sudah memiliki sejumlah peralatan canggih, seperti uji silang serasi (cross match) dan gel tes serta Architect yakni sejenis peralatan berbentuk mesin foto kopi berfungsi memindai darah yang didonorkan.
Peralatan itu fungsinya dapat mempermudah mengetahui jenis penyakit ditularkan lewat darah seperti hepatitis B, hepatitis C, HIV/AIDS dan jenis penyakit lainnya.
Sedangkan peralatan uji Silang serasi dengan bantuan gel tes berfungsi pengujian apakah darah pendonor cukup baik atau tidak bagi pasien yang ditransfusikan, katanya.
Menurut dia, peralatan baru tersebut sudah tersedia di UDD PMI cabang Palembang sejak empat bulan lalu.
Peralatan baru tersebut membantu kelancaran dan mempermudah pemenuhan kebutuhan darah pada sejumlah rumah sakit di Palembang dan sekitarnya, sehingga penyediaan darah menjadi lebih efisien.
Ia mencontohkan, biasanya pendeteksian penyakit memerlukan waktu dua jam, dengan architect hanya butuh waktu 30 menit untuk memindai penyakit pada darah pendonor.
Sementara cross matching hanya butuh 45 menit dari biasanya satu jam dan hasil pengujiannya dapat disimpan, sementara yang manual dapat dilihat pada reaksi pertama saja.
Ia menilai, penggunaan peralatan tersebut lebih cepat dan akurat, sehingga pasien tidak perlu khawatir dengan resiko tertular penyakit atau pun terinfeksi.
Kepala Laboratorium UDD PMI cabang Palembang, Wahyuni, menambahkan bahwa dengan peralatan baru tersebut pihaknya dapat memastikan kebutuhan darah dalam kondisi darurat dapat secepat mungkin dipenuhi, karena penanganannya lebih efisien.
Selain itu, kata dia, dengan efisiensi yang ada UDD PMI mampu memenuhi kebutuhan darah ke beberapa rumah sakit di sejumlah daerah sekitar Kota Palembang dan bank darah setempat.
Selanjutnya, ketersediaan darah dua bulan terakhir hingga saat ini melalui pendonor sukarela sebanyak 4.300 kantong, dan ditambah mendapatkan bantuan dari PMI Padang sebanyak 500 kantong atau total 4.800 kantong.
"Jumlah tersebut dianggap cukup baik dan mampu memenuhi kebutuhan di daerah ini," katanya. (Fn*M033)
Pewarta :
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Penyebab kematian pekerja migran asal Palembang di Kamboja tunggu hasil autopsi
06 March 2026 18:18 WIB
Pekerja migran asal Palembang tewas di Kamboja, BP3MI Sumsel tunggu hasil autopsi
06 March 2026 16:38 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Sidang mantan Gubernur Bengkulu bakal disiarkan langsung, antisipasi pengunjung membludak
17 April 2025 9:27 WIB, 2025