Palembang (ANTARA Sumsel) - Peminat telepon genggam (hape) bekas di Kota Palembang, Sumatera Selatan cukup tinggi sehingga setiap hari sejumlah pedagang berjualan di bawah Jembatan Ampera mengaku selalu mendapat keuntungan lumayan.

Rudi (45) salah seorang penjual hape bekas di Palembang, Selasa, mengatakan, berdagang produk elektronik bekas ini untung lumayan sehingga mereka tetap bertahan meski saat ini semakin  banyak penjualan barang baru dengan harga murah.

"Hape jenis qwerty paling banyak dicari pembeli karena harganya jauh lebih murah ketimbang harga baru yang berkisaran jutaan rupiah," katanya.

Menurut dia, setiap hari sedikitnya lima unit hape jenis "qwerty" terjual di bawah Jembatan Ampera. Harga barang elektronik yang mereka jual tersebut bervariasi antara Rp800.000 sampai Rp2 juta per unit.

Mereka berjualan sejak pukul 15.00 WIB sampai 18.00 WIB di bawah jembatan dan berbarengan dengan ratusan pedagang kaki lima lainnya. Omzet rata-rata untuk penjualan hape bekas itu sekitar Rp3 juta perhari.

Ami (30) mengaku memilih membeli hape bekas ketimbang baru karena  harganya jauh lebih murah tetapi untuk mendapatkan produk yang berkualitas bagus harus pintar-pintar memilih.

"Untuk memilih hape bekas dengan kualitas bagus harus dicek secara seksama sehingga tidak ada bagian yang luput diperhatikan," katanya.

Dia menambahkan, biasanya hape bekas itu tidak bisa dilihat dari tampilan luar saja kondisinya tetapi harus dibongkar sehingga dapat memastikan bagus atau rusak.

"Kalau tidak pandai memilih jangan membeli hape bekas karena banyak yang menjual barang rongsokan," katanya. (Nila)

 

Pewarta :
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026