Jambi, (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, terus berupaya meningkatkan potensi lahan tidur lewat perbaikan irigasi teknis.
        
Ketua Bappeda Kabupaten Tanjung Jabung Timur Mustafa Kamal di Jambi, Senin mengatakan, luas lahan sawah potensial di daerahnya mencapai44.100 hektare, namun baru 29.800 hektare atau 67 persen yang diusahakan.
        
"Secara bertahap pihaknya terus berupaya mengaktifkan lahan tidur yang luasnya mencapai 56.919 hektare untuk dikembangkan berbagai program pembangunan yang dapat bermanfaat bagi masyarakat," katanya.
        
Ia mengatakan, luas lahan kering bukan sawah potensial di daerahnya mencapai 223.530 hektare, dan baru 180.911 hektare atau 80.9 persen yang sudah diusahakan.
        
Total lahan tidur 56.919 hektare tersebut merupakan lahan potensial yang bisa dimanfaatkan untuk memacu pertimbuhan daerah dan meningkatkan pendapatan masyarakat," katanya.
        
Kabupaten Tanjung Jabung Timur merupakan salah satu daerah lumbung padi di Provinsi Jambi yang terus berupaya memacu dan meningkatkan produksinya.
        
Pada 2010 tercatat dari 31.274 hektare luas areal tanam padi, tingkat produksi mencapai 108.052 ton dengan produktivitas 3,45 ton/hektare, sementara untuk produksi 2011 masih dalam penghitungan.
        
Menurut dia, rendahnya produktivitas padi petani di Tanjung Jabung Timur karena frekuensi tanam hanya satu kali setahun, dan itu bisa ditingkatkan lewat perbaikan irigasi teknis.
        
Selain itu pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur juga terus membenahi jalan produksi, memberikan bantuan saprodi untuk subsektor pertanian tanaman pangan, serta bantuan bibit dan pembukaan lahan.
        
Selain padi, Tanjung Jabung juga terus berupaya meningkatkan tanaman pangan lainya seperti kedelai dan jagung, baik lewat perluasan lahan maupun peningkatan produksitivitas lahan.(ANT-M037)