Sapi Australia jadi pilihan utama
Jumat, 25 November 2011 9:09 WIB
Sapi impor dari Australia masih mendominasi di rumah pemotongan hewan (RPH) Gandus, Kota Palembang, Sumatera Selatan. (FOTO ANTARA/Lucky.R)
Palembang, (ANTARA News) - Sapi impor dari Australia masih mendominasi di rumah pemotongan hewan (RPH) Gandus, Kota Palembang, Sumatera Selatan. "Sampai kini sebanyak 80 persen sapi impor dipotong di RPH Gandus," Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Palembang, Sudirman Tegoeh.
Lalu, mengapa sapi Australia ini dijadikan pilihan utama?
"Sapi impor masih menjadi pilihan utama karena dagingnya lebih banyak ketimbang ternak lokal. Sapi impor lebih berat sampai tiga kali dibandingkan sapi lokal umumnya, sehingga para penjual daging lebih memilih hewan asal Australia itu," katanya.
Menurut dia, belum berkembangnya ternak hewan lokal membuat para pedagang ternak dan daging lebih memilih sapi impor. Namun, untuk mendorong pengembangan sapi lokal, pihaknya telah melaksanakan sistem penggemukan sapi.
"Penggemukan sapi dilaksanakan pada tiga kecamatan, yaitu Gandus, Alang Alang Lebar, dan Sukarami. Sistem penggemukan sapi tersebut dilakukan dengan memberikan asupan gizi yang mampu meningkatkan berat sapi hingga ditargetkan naik 3 sampai 4 kilogram per hari," kata dia.
Sudirman menambahkan, penggemukan sapi tersebut dilakukan warga pada tiga kecamatan itu, tetapi dibina langsung oleh dokter hewan.
"Pola pengawasan langsung seperti itu, ditargetkan mampu mendorong program penggemukan sapi dapat mencapai hasil yang optimal," ujarnya. (ANT-037)
Lalu, mengapa sapi Australia ini dijadikan pilihan utama?
"Sapi impor masih menjadi pilihan utama karena dagingnya lebih banyak ketimbang ternak lokal. Sapi impor lebih berat sampai tiga kali dibandingkan sapi lokal umumnya, sehingga para penjual daging lebih memilih hewan asal Australia itu," katanya.
Menurut dia, belum berkembangnya ternak hewan lokal membuat para pedagang ternak dan daging lebih memilih sapi impor. Namun, untuk mendorong pengembangan sapi lokal, pihaknya telah melaksanakan sistem penggemukan sapi.
"Penggemukan sapi dilaksanakan pada tiga kecamatan, yaitu Gandus, Alang Alang Lebar, dan Sukarami. Sistem penggemukan sapi tersebut dilakukan dengan memberikan asupan gizi yang mampu meningkatkan berat sapi hingga ditargetkan naik 3 sampai 4 kilogram per hari," kata dia.
Sudirman menambahkan, penggemukan sapi tersebut dilakukan warga pada tiga kecamatan itu, tetapi dibina langsung oleh dokter hewan.
"Pola pengawasan langsung seperti itu, ditargetkan mampu mendorong program penggemukan sapi dapat mencapai hasil yang optimal," ujarnya. (ANT-037)
Pewarta :
Editor : Triyatno
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jelang Ramadhan, Barantin pastikan sapi Australia di Indonesia bebas penyakit
25 February 2025 16:14 WIB, 2025
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Menkeu Suahasil siapkan anggaran kebencanaan APBN 2026 antisipasi dampak El Nino
16 September 2026 16:11 WIB
Pertamina EP Adera Field dukung keamanan operasi hulu minyak dan gas bumi, sosialisasi Obvitnas di PALI
15 September 2026 12:58 WIB