Pagaralam, Sumsel, (ANTARA News) - Bahan bakar minyak (BBM) terutama jenis premium semakin langka, di Kota Pagaralam.

Pantauan di tiga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang ada di Kota Pagaralam, Minggu, tampak  masyarakat setempat yang tidak kebagian BBM pada hari sebelumnya, rela antrean menunggu giliran pengisian minyak ke tanki kendaraan bermotornya hingga empat jam lebih.

Antrean kendaraan di sekitar SPBU itu, menimbulkan kemacetan lalu lintas pada jalur menuju ketiga SPBU di Pagaralam tersebut.

"Sudah satu minggu ini kelangkaan BBM terjadi, dan hari Minggu ini semakin parah. Sebelumnya antrean kendaraan hanya ratusan meter saja, tapi kini sudah lebih dari tiga kilometer," kata Wiwin, warga setempat, saat mengantre di SPBU Simpang Manna, Kecamatan Pagaralam Selatan.

Ia mengatakan, aktivitas masyarakat juga menjadi terganggu dengan kelangkaan BBM jenis premium ini, dan yang lebih parah lagi sudah mengantre berjam-jam ketika tiba gilirannya, BBM sudah habis.

"Biasanya layanan SPBU 2x24 jam, tapi sejak terjadi kelangkaan sebagian besar fasilitas umum itu pukul 20.00 WIB sudah tutup menghentikan pelayanannya. Kemudian akan buka kembali pukul 08.00 WIB hari berikutnya," ujar dia.

Dia mengatakan, tidak diketahui penyebab terjadi kekurangan persediaan BBM di semua SPBU di Pagaralam.

Padahal, kata dia, jumlah kendaraan masih belum begitu banyak dan seharusnya dapat dipenuhi dengan keberadaan SPBU tersebut.

Pemilik SPBU Perandonan, Kota Pagaralam, Masagus Toyib, mengakui memang ada pengurangan jatah BBM untuk SPBU di Pagaralam, dari 40 ribu liter menjadi 35 ribu liter.

"SPBU ini bukan hanya melayani konsumen warga Pagaralam saja, tetapi termasuk dari Kabupaten Empatlawang, Bengkulu dan sebagian daerah di wilayah Kabupaten Lahat," ujar dia.

Ia menyatakan, memang banyak penyebab terjadi kekurangan persediaan BBM itu, selain jumlah kendaraan meningkat dan masyarakat daerah lain membeli di Pagaralam, seperti dari Bengkulu dan Empatlawang.

"Biasanya kalau untuk kebutuhan konsumen di Pagaralam saja, tidak akan terjadi kelangkaan meskipun ada pembatasan pasokan dari depot Pertamina Lahat, akan tetapi kita juga melayani warga daerah lain," kata dia lagi.

Kapolres Kota Pagaralam, AKBP Abi Darrin, mengatakan pihaknya sudah menurunkan puluhan personel untuk memantau dan mengamankan tiga SPBU, yaitu di Simpang Manna, Kecamatan Pagaralam Selatan, Karang Dalo, Kecamatan Dempo Tengah, dan Perandonan, Kecamatan Pagaralam Utara.

"Kita sudah meningkatkan pengamanan di beberapa SPBU tersebut, untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi penimbunan, penjualan BBM bersubsidi kepada industri dan termasuk dugaan penyimpangan lainnya," kata dia.

Dia menyatakan, kelangkaan BBM bukan hanya terjadi di Pagaralam saja, akan tetapi termasuk daerah lain, seperti Lahat dan Muaraenim.

Harga Eceran Tinggi

Harga eceran BBM jenis premium di sejumlah daerah di Kota Pagaralam, juga naik tajam mencapai Rp8.000 hingga Rp10.000 per liter, khususnya di tempat yang jauh dari pusat kota.

Kelangkaan BMM juga mendorong peningkatan jumlah penjualan eceran di sepanjang jalan sekitar SPBU, sedangkan di daerah terpencil mengalami kenaikan cukup tinggi mencapai Rp10.000/liter.

"Sejak terjadi kelangkaan BBM berupa bensin dan solar, mendorong harga di tingkat eceran juga mengalami kenaikan antara Rp2.000 hingga Rp4.000 per liter dari harga normal," kata Samsir (35), warga Talangkubangan, Kecamatan Dempo Selatan.

Pimilik SPBU Simpang Manna, Kecamatan Pagaralam Selatan, Epi, mengatakan pelayanan pembelian eceran menggunakan jerigen dibatasi tidak boleh lebih dari 20 liter, dan harga juga sesuai dengan ketetapan pemerintah, tidak mengalami kenaikan.

"Sebetulnya bukan kewenangan kita melakukan pengawasan kenaikan harga cukup tinggi di tingkat pengecer, dan pembelian juga harus memiliki izin dari Dinas Perindagkop dan UKM setempat," ujar dia.

Sedangkan menyangkut kekurangan persediaan BBM, kata Epi, sebetulnya muncul kondisi seperti ini ketika pihak depot Pertamina Lahat terlambat menyuplai, apalagi hari Minggu justru libur.

Padahal keterlambatan pasokan BBM satu hari ini saja, bisa memicu kekurangan BBM untuk beberapa hari, sehingga warga datang serentak dan seharusnya jatah dua hari, bisa habis dalam setengah hari saja, ujar dia.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Pagaralam, Yapani Rachim, mengatakan pemerintah kota setempat akan melakukan pengawasan dan memanggil pihak SPBU untuk mencarikan solusi mengatasi kelangkaan BBM itu.

"Kita akan memantau ada kemungkinan terjadi penimbunan atau ada unsur kesengajaan menjual BBM kepada industri dalam jumlah besar, sehingga terjadi kelangkaan," kata dia pula.

Namun, kata Yapani Rachim, kenaikan BBM di tingkat pengecer sulit diawasi dan pemerintah juga tidak bisa membatasi, kecuali Pertamina bisa menyuplai dengan lancar dan jatah setiap SPBU ditambah. (ANT-127)