Logo Header Antaranews Sumsel

BPS catat NTP Sumsel naik 6,61 persen pada Mei 2026

Kamis, 4 Juni 2026 09:22 WIB
Image Print
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan Moh Wahyu Yulianto. ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri

Palembang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Mei 2026 mencapai 141,54 atau naik 6,61 persen dibandingkan April 2026 yang sebesar 132,76.

Kepala BPS Sumatera Selatan Moh Wahyu Yulianto di Palembang, Kamis, mengatakan kenaikan NTP tersebut didorong oleh meningkatnya indeks harga yang diterima petani yang tumbuh lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayar petani.

"Indeks harga yang diterima petani naik 7,31 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani hanya naik 0,78 persen," katanya.

Ia menjelaskan kenaikan NTP terjadi pada sejumlah subsektor pertanian. Subsektor perkebunan mencatat kenaikan tertinggi sebesar 8,18 persen, diikuti hortikultura 3,54 persen, tanaman pangan 1,17 persen, dan peternakan 0,38 persen.

Lalu, subsektor perikanan mengalami penurunan sebesar 0,81 persen. Penurunan tersebut berasal dari perikanan tangkap yang turun 0,63 persen dan perikanan budidaya yang turun 1,05 persen.

Sejumlah komoditas utama menjadi penyumbang kenaikan indeks harga yang diterima petani pada Mei 2026, yaitu karet, kelapa sawit, gabah, cabai merah, sapi potong, kakao atau cokelat biji, jagung, terung, ketimun, dan kacang panjang.

BPS juga melaporkan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) Sumsel pada Mei 2026 naik 0,81 persen menjadi 131,59 dibandingkan April 2026 yang sebesar 130,53.

Kenaikan IKRT menunjukkan meningkatnya biaya konsumsi rumah tangga petani dan masyarakat perdesaan. Peningkatan tersebut dipicu oleh naiknya indeks pada hampir seluruh kelompok pengeluaran.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan tertinggi sebesar 1,12 persen. Disusul kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran yang naik 0,56 persen, transportasi 0,34 persen, perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,27 persen, serta pakaian dan alas kaki sebesar 0,26 persen.

Kemudian, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik 0,25 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya 0,25 persen, kesehatan 0,10 persen, informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,08 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,01 persen.

Pada periode yang sama, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Sumsel tercatat sebesar 146,10 atau naik 6,93 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Kenaikan NTUP didorong oleh meningkatnya indeks yang diterima petani sebesar 7,39 persen, sementara indeks yang dibayar petani pada kelompok Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) hanya naik 0,43 persen.

NTUP meningkat pada subsektor tanaman pangan sebesar 1,52 persen, hortikultura 3,47 persen, perkebunan 8,52 persen, dan peternakan 0,45 persen. Sebaliknya, subsektor perikanan turun 0,63 persen, yang terdiri atas perikanan tangkap turun 0,30 persen dan perikanan budidaya turun 1,03 persen.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026