"Puncak musim kemarau diperkirakan akan terjadi pada Juli hingga Agustus 2025, sehingga potensi peningkatan jumlah titik panas masih terbuka lebar," katanya.
BPBD Sumsel terus mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, mengingat potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akan semakin tinggi mendekati puncak musim kemarau.
Jumlah titik panas di Sumsel fluktuatif dari tahun ke tahun. Pada 2024, BPBD Sumsel mencatat 4.661 titik panas, turun drastis dari 20.547 titik pada 2023.
Pada 2022 terpantau 2.364 titik panas, pada 2021 tercatat 2.794 titik panas, pada 2020 tercatat 4.536 titik panas, dan pada 2019 tercatat 17.391 titik panas.
BPBD Sumsel deteksi 169 titik panas pada Juni 2025
Petugas Manggala Agni memadamkan karhutla di Desa Muara Merang, Bayung Lencir, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. ANTARA/HO-BPPIKHL Sumatera
