Sumsel mendata ulang pemanfaatan lahan sawah

id petani,petani sumsel,lahan baku,luas lahan baku,sawah,lahan sawah

Sumsel mendata ulang pemanfaatan  lahan sawah

Petani memilah padi untuk dipanen di lahan sawah kawasan Jakabaring Palembang, Jumat (19/10/2018). (ANTARA FOTO/Feny Selly)

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bakal mendata ulang pemanfaatan lahan sawah karena terdapat perbedaan mencolok dengan perhitungan luas lahan baku oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) pada 2019.

Pj Sekda Sumsel SA Supriono di Palembang, Sabtu, mengatakan luas lahan baku di Sumsel berdasarkan SP lahan tahun 2017 seluas 621.903 Hektare, sedangkan ATR BPN 2019 seluas 470.602 Hektare.

“Terdapat selisih pengurangan luas lahan sawah sebesar 151.300 Hektare,” kata dia.

Ia mengatakan terdapat beberapa faktor penyebab perbedaan data lahan baku sawah itu, karena luas lahan sawah yang belum terpetakan luasannya lebih besar dari lahan yang mengalami ahli fungsi.

Menurut dia, pada 2020 dilakukan pembaruan data terhadap penambahan luas baku sawah di Sumsel yakni seluas 69.213 Hektar.

Pemprov berharap data pertanian yang dimiliki nantinya harus satu, transparan, tidak tumpang tindih dan akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan untuk mendukung pencapaian program strategis nasional.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian TPH Sumsel Bambang Pramono mengatakan kebijakan pemerintah dalam penetapan luas lahan baku sawah oleh Kementerian ATR/BPN, menyebabkan terjadinya penurunan luas lahan baku sawah di Sumsel.

Dari 621.903 Hektar menjadi 470.602 Hektar melalui penetapan SK Menteri ATR/BPN 2019 Nomor 686/SK-PG.03.03/XII/2019 tanggal 17 Desember 2019 tentang penetapan luas lahan baku sawah nasional.

Luas lahan baku ini juga menjadi landasan pemberian beragam bantuan di sektor pertanian, seperti kuota pupuk subsidi dan alat mesin pertanian.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2021