
Sumsel optimistis laju inflasi terkendali

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan optimistis laju inflasi terkendali sepanjang 2021 berkat peran aktif Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang berada dibawa koordinasi Bank Indonesia.
Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya di Palembang, Rabu, mengatakan sejauh ini inflasi di Sumsel terkendali yang dapat diamati dengan kemampuan daya beli masyarakat.
"Kami sudah berupaya menekan inflasi sejak jauh hari, TPID juga ternyata tetap maksimal bekerja meski dalam kondisi pandemi," katanya saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2021 secara virtual.
Mawardi mengatakan dengan terkendalinya laju inflasi, maka dapat berimbas positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah tersebut.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, provinsi itu mengalami deflasi pada Juli 2021 sebesar 0,06 persen.
Adapun inflasi tahun kalender (kumulatif) sampai Juli 2021 sebesar 0,76 persen. Sementara inflasi tahunan tercatat sebesar 1,46 persen.
Kepala BPS Sumsel Zulkipli mengatakan komoditas dominan yang menyebabkan terjadinya deflasi pada Juli 2021 lantaran turunnya harga sejumlah komoditas bahan makanan.
"Harga daging ayam ras, beras, jeruk, dan telur ayam ras, turun jika dibandingkan dengan rata-rata harga bulan Juni 2021," kata dia.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) juga turut memastikan inflasi di daerahnya terkendali.
Bupati Kabupaten Muba Dodi Reza Alex mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai program untuk mengendalikan inflasi, salah satunya lewat perbaikan infrastruktur jalan hingga pelosok.
"Infrastruktur yang baik dengan sendirinya akan memudahkan pendistribusian bahan kebutuhan pokok sampai ke daerah-daerah pelosok. Dengan demikian tentu inflasi akan terjaga," kata dia.
Menurut Dodi, kebijakan Pemkab Muba juga menyasar bidang distribusi dengan membangun infrastruktur.
"Kami juga lakukan inovasi agar produksi dan pasokan petani bisa ditingkatkan," kata dia.
Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
