Pertamina Sumbagsel pastikan pelayanan tetap berjalan normal

id pertamina,corona,virus,energi

Pertamina Sumbagsel pastikan pelayanan tetap berjalan normal

Petugas SPBU di Palembang, melakukan pengisian bahan bakar, Rabu (18/3). (ANTARA/Dolly Rosana/20)

....Pekerja yang berhubungan langsung dengan proses produksi dan operasi kilang akan diatur jadwal bekerjanya. Saat ini RU III Plaju terus menjaga rata-rata ketahanan stok untuk seluruh produk....
Palembang (ANTARA) - PT Pertamina wilayah kerja Sumatera Bagian Selatan memastikan ketersediaan energi sesuai kebutuhan masyarakat di tengah ancaman penyebaran virus corona (COVID-19).

Region Manager Communication & CSR PT Pertamina wilayah Sumatera Bagian Selatan Rifky Rakhman Yusuf di Palembang, Rabu, mengatakan, Pertamina terus memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan secara normal.

Namun demikian, Pertamina terus waspada dan menjalankan protokol kesehatan yang disarankan pemerintah dan perusahaan kepada seluruh pekerja sebagai garda terdepan operasional distribusi energi.

“Melalui seluruh lini distribusi energinya, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel terus berkomitmen untuk menjalankan amanah dan memastikan keamanan energi di masyarakat, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dan tetap gunakan energi secara bijak,” kata dia.

Untuk wilayah Pertamina MOR II Sumbagsel, Rifky menjelaskan, terdapat dua Integrated Terminal (IT) yang menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) dan Liquid Petroleum Gas (LPG), tujuh unit Fuel Terminal (FT) yang menyalurkan BBM, dan enam unit Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) untuk avtur.

Menurut Rifky, per 16 Maret 2020, stok untuk seluruh fasilitas distribusi energi ini dalam keadaan tersedia dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat hingga lima hari ke depan.

Seluruh lembaga penyalur di wilayah Sumbagsel, menurut Rifky, juga tetap beroperasi dengan normal yakni 458 SPBU, 294 agen LPG subsidi 3 Kg, dan 54 Agen LPG nonsubsidi.

“Untuk para pekerja operasional, upaya seperti pengecekan suhu setiap memulai pekerjaan, pemakaian masker dan sarung tangan, penyediaan hand sanitizer, serta pembersihan disinfektan di area kerja kami lakukan berkelanjutan,” kata dia.

Pertamina juga aktif menyosialisasikan pola hidup dan asupan gizi yang sehat dalam bentuk spanduk, flyer, dan juga bentuk publikasi lainnya di area operasional.

Upaya yang sama juga dilakukan di Refinery Unit (RU) III Plaju, lini operasional akan tetap menjaga keandalan kilang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa melupakan upaya-upaya pencegahan untuk mengurangi resiko terpapar Covid-19.

Hal ini dikarenakan peran RU III Plaju yang sangat vital bagi distribusi energi di Sumbagsel, dimana berbagai produk yang nantinya dinikmati masyarakat di masak di kilang ini.

“Pekerja yang berhubungan langsung dengan proses produksi dan operasi kilang akan diatur jadwal bekerjanya. Saat ini RU III Plaju terus menjaga rata-rata ketahanan stok untuk seluruh produknya di angka 10 hari,” kata dia

Untuk pekerja yang tidak terlibat langsung dengan operasional, baik Pertamina MOR II Sumbagsel maupun RU III Plaju akan menyesuaikan dengan arahan pemerintah agar bekerja dari rumah atau work from home (WFH) jika tidak ada pekerjaan yang bersifat darurat selama 14 hari kalender tersebut sebagai upaya mengurangi potensi terpapar Covid-19.  

Selain memaksimalkan kewaspadaan, Pertamina juga turut melakukan berbagai upaya preventif lainnya, seperti seminar melalui video conference, broadcast, serta adanya tim siaga guna mengoptimalkan seluruh upaya yang dilakukan.

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar