Racing Point rasakan dampak mesin baru Mercedes

id formula one,formula 1,racing point,gp kanada,latihan bebas gp kanada,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palembang, antara hari ini

Pebalap Racing Point Lance Stroll menjalani latihan bebas di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol. (10/5) Reuters/Albert Gea

Jakarta (ANTARA) - Tim Racing Point merasakan dampak yang signifikan dari power unit spesifikasi 2 Mercedes yang diturunkan di GP Kanada.

Dengan power unit baru, Sergio Perez mencatatkan waktu tercepat ketujuh di sesi latihan bebas FP2, terpaut 0,82 detik dari pemuncak sesi Charles Leclerc dari Ferrari, demikian laman resmi Formula 1, Sabtu pagi. Sementara rekan satu tim Lance Stroll melengkapi peringkat 10 besar hari itu.

Racing Point belum mendapatkan waktu terbaiknya di beberapa balapan musim ini. Mobil berwarna merah muda itu gagal mencetak poin sejak GP Azerbaijan.

Di Kanada, mereka mendapatkan tenaga tambahan dari power unit baru Mercedes di sirkuit yang menuntut kecepatan di trek lurus itu.

"Hari ini lebih baik dari beberapa hari Jumat yang lalu, jadi ini menjanjikan," ungkap Stroll.

"Kami tinggal membangun itu. Mobil terasa hidup saat ini, yang mana itu bagus."

"Aku yakin masih banyak hal yang bisa ditingkatkan ketika kualifikasi dan juga balapan."

Perez pun merasakan hal serupa.

"Hari yang menjanjikan," kata sang pebalap asal Meksiko itu.

"Kami menjalani banyak tes dengan paket yang berbeda dan semoga malam ini kami bisa menghasilkan solusi yang terbaik dan mungkin lebih kuat untuk kualifikasi besok."

Sementara itu steward balapan sedang melakukan investigasi insiden senggolan antara Stroll dan pebalap Haas Romain Grosjean di sesi latihan bebas Jumat.

Stroll kala itu inigin menyalip Grosjean di ujung lintasan lurus namun kedua ban mobil mereka bersenggolan.

Dua pebalap Ferrari, Charles Leclerc dan Sebastian Vettel memuncaki sesi latihan bebas FP2 GP Kanada hari itu, dengan Valtteri Bottas dari Mercedes di peringkat tiga.
 
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar