
Kapolda Sumsel anggap pileg lebih rawan dari pilpres

....Personel pengamanan pemilu bersikap netral dan tidak ikut campur dalam kegiatan politik selain pengamanan saja, bahkan ia tidak segan mencopot jabatan personel yang nekat bersikap tidak netral....
Palembang (ANTARA News Sumsel) - Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan pemilihan legislatif bisa jadi lebih rawan dari pemilihan presiden tahun 2019.
"Dari prakiraan intel, ternyata pileg berpotensi lebih rawan dari pilpres, karena persaingan terjadi dalam partai yang sama, misalnya partai A ada persaingan antara caleg nomor urut 1 dan 2, nah persaingan mereka tentu berpengaruh untuk pendukung masing-masing," ujar Kapolda usai Apel Gelar Ops Mantap Brata 2018 dalam rangka pengamanan Pemilu 2019 di Palembang, Rabu.
Menurutnya selain kerawanan pileg tersebut, pihaknya juga telah memetakan daerah-daerah rawan di Sumsel berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan pilkada Serentak 2018, diantaranya Kabupaten Lahat, Empat Lawang dan Kota Palembang.
Dia menjelaskan Polri - TNI siap mengamankan rangkaian pemilu 2019 baik Pileg DPRD kabupaten/kota, Provinsi, DPR RI, DPD RI, hingga puncaknya Pilpres dengan mengandalkan 7.000 lebih personel gabungan di Sumsel, mengingat semua daerah akan terlibat dan memungkinkan bertambahnya jumlah TPS, tidak seperti pilkada serentak yang hanya beberapa wilayah.
Namun sebenarnya pengamanan rangkaian pileg - pilpres telah dilakukan pihaknya secara masiv pada saat pendaftaran calon legislatif beberapa waktu lalu, dan mulai hari ini kegiatan politik menyangkut pemilu akan ditingkatkan pengamanannya, seperti pengumuman calon tetap pileg - pilpres besok (20/9), pengundian nomor urut (21/9) serta masa kampanye 23 September 2018 - 13 April 2019.
"Intinya pada Operasi Mantap Brata 2018 kami siap mengamankan segala bentuk kegiatan pemilu 2019, bahkan untuk calon presiden - wakil presiden kami turunkan tim pengamanan khusus," ujar Kapolda.
Ia juga menegaskan personel pengamanan pemilu bersikap netral dan tidak ikut campur dalam kegiatan politik selain pengamanan saja, bahkan ia tidak segan mencopot jabatan personel yang nekat bersikap tidak netral.
Pewarta: Aziz MunajarĀ
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
