Logo Header Antaranews Sumsel

BI: Inflasi Sumatera Selatan diperkirakan stabil

Kamis, 14 April 2016 17:42 WIB
Image Print
Bank Indonesia (FOTO ANTARA)
...adanya program ketahanan pangan dari pemerintah pusat dengan membuka ribuan hektare lahan sawah yang menempatkan Sumsel sebagai salah satu provinsi prioritas...

Palembang (ANTARASumsel) - Bank Indonesia memperkirakan laju inflasi Sumatera Selatan akan stabil dikisaran 4 persen plus minus 1 persen pada 2016 yakni sesuai dengan arah target nasional karena terdapat sejumlah faktor peredam.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VII Sumatera Bagian Selatan Hamid Ponco Wibowo di Palembang, Kamis, menyebutkan faktor peredam itu di antaranya di sisi volatile food yakni adanya program ketahanan pangan dari pemerintah pusat dengan membuka ribuan hektare lahan sawah yang menempatkan Sumsel sebagai salah satu provinsi prioritas.

"Berdasarkan angka ramalan yang dikeluarkan Dinas Pertanian diketahui bahwa bakal ada peningkatan produksi pertanian," kata Ponco seusai acara "Diseminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Sumatera Selatan" dengan para pemangku kepentingan.

Kemudian, dari sisi lain yakni adanya penurunan harga minyak dunia yang dibarengi dengan turunnya harga Bahan Bakar Minyak bersubdisidi, kemudian penurunan tarif tenaga listrik.

Selain itu, ada juga pengaruh dari penguatan rupiah sehingga berdampak pada harga barang-barang konsumsi.

"Berdasarkan hal ini, BI memperkirakan inflasi di Sumsel bakal terkendali dikisaran 4 persen plus minus satu persen," kata.

Meski demikian, BI juga mewaspadai beberapa faktor pendorong inflasi seperti kondisi cuaca yang berpotensi mengganggu produksi dan distribusi, serta infrastruktur yang belum baik yang akan menimbulkan ganguan pada jalur distribusi.

Selain itu, ada faktor luar yang masih dipandang sebagai suatu ancaman, seperti depresiasi rupiah seiring dominannya penguatan ekonomi AS, dan ekspektasi masyarakat khususnya menjelang Ramadhan dan Hari Raya.

"Sedangkan dari dalam negeri sendiri, adanya penerapan dana ketahanan energi pada harga BBM, dan pengalihan pelanggan listrik bersubsidi," kata Ponco.

Sementara itu, realisasi inflasi Sumsel pada tahun 2013 mencapai 7,04 persen, 2014 sebesar 8,48 persen, dan 2015 sebesar 3,10 persen.

Pada 2015, pencapaian inflasi Sumsel lebih rendah dari nasional karena solidnya koordinasi diantara anggota Tim Penggendali Inflasi Daerah, kata Ponco.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026