Logo Header Antaranews Sumsel

BMKG: sebagian besar Sumsel berawan

Rabu, 2 Desember 2015 09:18 WIB
Image Print
Badan Meteorologi, Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) (Antarasumsel.com)

Palembang, (ANTARA Sumsel) - Cuaca di sebagian besar wilayah Provinsi Sumatera Selatan dengan 17 kabupaten dan kota, diprakirakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika dalam kondisi berawan.

"Berdasarkan pengamatan melalui satelit cuaca, hari ini pada 13 kota di Sumsel diprakirakan berawan, sedangkan empat kota lainnya berpeluang hujan dengan intensitas ringan," kata Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumsel, Indra Purnama, di Palembang, Rabu.

Menurutnya, 13 kota yang diprakirakan berawan, yakni Kota Palembang, Baturaja, Kayu Agung, Muaraenim, Pali, Pangkalanbalai, Martapura, Muaradua, Indralaya, Tebingtinggi, Pagaralam, Lubuklinggau, dan Prabumulih.

Kota yang diprakirakan berawan itu memiliki suhu udara berkisar 23--34 derajat Celsius, kelembaban udara berkisar 51--97 persen, kecepatan angin sekitar 20 kilometer per jam, dan arah angin sebagian besar menuju timur.

Kemudian keempat kota yang diprakirakan berpeluang hujan ringan, yakni Kota Lahat, Musirawas, Musirawas Utara, dan Sekayu.

Kota yang diprakirakan hujan ringan itu memiliki suhu udara berkisar 21--33 derajat Celsius, kelembaban udara berkisar 53--97 persen, kecepatan angin berkisar 20 km/jam dengan arah angin Kota Lahat menuju timur, Musirawas dan Musirawas Utara menuju selatan, dan Kota Sekayu arah angin menuju barat laut, katanya lagi.

Wilayah provinsi berpenduduk sekitar 8,6 juta jiwa itu, pada Desember 2015 ini seluruhnya mulai memasuki musim hujan dengan intensitas curah hujan terus mengalami peningkatan

Peluang hujan terjadi pada sore hingga malam hari, dengan intensitas curah hujan pada bulan ini diperkirakan mencapai 200 milimeter lebih, ujar Indra.

Secara terpisah, Kepala Dinas Sosial Sumsel, Belman Karmuda mengatakan untuk menghadapi musim hujan sekarang ini hingga enam bulan ke depan, pihaknya berupaya menyiapkan bantuan tanggap darurat berupa bahan makanan dan peralatan pendukung untuk menghindari timbul masalah sosial di lokasi bencana.

Selain itu, selaku koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana), pihaknya juga akan terus memfasilitasi 800 sukarelawan Tagana untuk bersiaga dan diturunkan membantu masyarakat yang mengalami bencana, kata dia pula.



Pewarta:
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2026