Logo Header Antaranews Sumsel

Program kuliah gratis 2019 akan hasilkan 2.000 sarjana

Sabtu, 22 Agustus 2015 16:49 WIB
Image Print
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Widodo menyampaikan laporan saat pelaksanaan launching Kuliah Gratis di PSCC (Palembang Sport and Convention Center), Palembang, Sumsel. Sabtu (22/8). (Foto Antarasumsel.com/Nova Wahyudi/15/den)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Program kuliah gratis pemerintah provinsi Sumatera Selatan yang dimulai pada tahun akademik 2015-2016 direncanakan menghasilkan 2.000 sarjana dari keluarga kurang mampu pada tahun 2019.

Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo di Palembang, Sabtu mengatakan jika program itu berkelanjutan dengan asumsi setiap tahun membiayai 2.000 mahasiswa selama empat tahun, maka akan ada 8.000 mahasiswa yang terbantu oleh program ini hingga 2022.

"Semua tergantung dengan alokasi APBD, jumlah 8.000 orang mahasiswa ini jika bantuannya tetap atau tidak bertambah, tapi jika ditambah maka akan lebih banyak lagi yang terbantu," kata Widodo seusai peluncuran program kuliah gratis di Palembang Sport Convention Center.

Ia mengemukakan, saat ini ada sekitar 7.000 pelajar dari 110 ribu lulusan setiap tahun yang terdata tidak mampu.

Sementara, dari jumlah itu hanya sekira 1.500 pelajar yang mendapatkan kesempatan untuk menerima beasiswa dari pemerintah.

"Artinya masih banyak anak-anak yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Mudah-mudahan seiring dengan meningkatnya jumlah APBD Sumsel maka kuota akan semakin bertambah, setidaknya menjadi 3.000 mahasiswa pada tahun 2016," kata dia.

Program kuliah gratis ini akan dijalankan berkerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di dalam dan luar negeri.

Untuk penentuan penerima bantuan, menurut Widodo diberikan kewenangan pada perguruan tinggi.

"Nanti Perguruan Tinggi sendiri yang menyeleksi dari pendaftar hingga mereka yang dinyatakan lulus. Siapa saja yang layak dibantu dan memenuhi syarat yakni dari keluarga tidak mampu, masuk dalam 58 program studi yang ditetapkan, dan tidak merokok," kata dia.

Terkait persyaratan tidak merokok ini, Widodo mengataka akan dilakukan pemantauan yang ketat agar dana bantuan ini tepat sasaran.

"Jika ketahuan merokok maka bantuan akan dicabut dan harus dikembalikan, mengapa aturan ini demikian ketat ? tak lain karena ingin uang rakyat benar-benar tepat sasaran, atau tidak digunakan ke hal yang tidak bermanfaat," kata Widodo.

Program kuliah gratis ini merupakan kelanjutkan dari program sekolah gratis dari SD hingga SMA yang diluncurkan Gubernur Sumsel Alex Noerdin ketika mulai memimpin daerah tersebut pada 2009.

Pada periode kedua kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Ishak Mekki, Alex akhirnya merealisasikan janji politiknya mengenai program kuliah gratis.

Dijumpai seusai acara peluncuran, Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan Sumsel mengggunakan dana APBD sebesar Rp50 miliar dan bantuan dari APBD kabupaten/kota untuk menjalankan program ini.

"Asalkan dari keluarga kurang mampu, masuk dalam 58 program studi yang dipilih pemprov, dan tidak merokok maka akan disekolahkan. Di mana saja, baik di dalam maupun di luar negeri," kata Alex.



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026