Logo Header Antaranews Sumsel

BEI: IHSG tertekan sentimen global

Rabu, 12 Agustus 2015 16:46 WIB
Image Print
Ilustrasi (ANTARA FOTO)
....bursa saham Indonesia memang bagian dari ekonomi global....

Jakarta, (ANTARA Sumsel) - Direktur Bursa Efek Indonesia Samsul Hidayat menilai sentimen global yang negatif menjadi faktor utama indeks harga saham gabungan mengalami tekanan.

"Bobot sentimen terbesar dari global karena secara fundamental perusahan kita tidak terlalu ada masalah. Hanya memang ada perlaambatan di beberapa laporan keuangan emiten periode Juni 2015. Tetapi secara fundamental masih bagus. Artinya kita tidak ada persoalan secara fundamental di emiten," ujar Direktur BEI Samsul Hidayat di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan bahwa kondisi perekonomian global yang masih melambat cukup mempengaruhi psikologis investor terutama asing dalam mengambil keputusan investasinya di pasar saham Indonesia.

"Artinya bursa saham Indonesia memang bagian dari ekonomi global," ucapnya.

Dari dalam negeri, lanjut Smsul Hidayat, kebijakan yang dikeluarkan pemerintah diharapkan dapat menahan sentimen negatif global sehingga mengurangi ketidakpastian investor dalam melakukan investasinya baik secara langsung maupun melalui portofolio saham.

Ia menambahkan jika pemerintah merencanakan untuk mengubah kebijakan, diharapkan dapat dilakukan secepat mungkin, namun jika memang tidak ada maka isunya tidak dilkeluarkan karena dapat mempengaruhi psikologis investor.

Samsul Hidayat mengatakan bahwa ditengah tekanan yang terjadi pada saham-saham di dalam negeri, BEI sebagai regulator dan fasilitator perdagangan efek, tetap berkomitmen menciptakan rasa nyaman dan aman bagi pelaku pasar dalam berinvestasi serta menjaga pasar yang wajar, teratur dan efisien.

"Bursa maupun regulator lainnya tidak akan melakukan intervensi terhadap perkembangan di pasar. Bursa hanya memastikan perdagangan bisa berjalan baik, teratur, wajar dan semua dilakukan dengan konsep benar," katanya.

Pada tadi pagi Rabu (12/8), IHSG BEI dibuka melemah sebesar 50,54 poin atau 1,09 persen menjadi 4.572,04. Sementara pada penutupan perdagangan saham sesi pertama, IHSG terkoreksi sebesar 122,90 poin (2,66 persen) ke level 4.499,685.



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026