Logo Header Antaranews Sumsel

Lima kota di Sumsel mulai berawan

Sabtu, 13 Juni 2015 11:42 WIB
Image Print
Data dan gambar kondisi cuaca melalui pantauan satelit. (Foto Antarasumsel.com/14/Yudi Abdullah)
...Memasuki musim kemarau Juni 2015 ini, kondisi cuaca di wilayah Sumsel secara umum cukup panas dan mulai jarang turun hujan, dengan intensitas curah hujan berkisar 200-300 milimeter...

Palembang (ANTARA Sumsel) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan kondisi cuaca di lima kota dalam wilayah Provinsi Sumatera Selatan yang memiliki 17 kabupaten dan kota itu mulai berawan, sedangkan daerah lainnya berpeluang turun hujan,

"Berdasarkan pengamatan melalui satelit, lima kota yakni Baturaja, Sekayu, Muaradua, Tebingtinggi, dan Lubuklinggau berawan setelah beberapa hari sebelumnya diguyur hujan ringan hingga sedang," kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumatera Selatan Indra Purnama di Palembang, Sabtu.

Sedangkan Kota Palembang dan 11 kota lainnya yakni Kayu Agung, Muaraenim, Pali, Lahat, Musirawas, Musirawas Utara, Pangkalanbalai, Martapura, Indralaya, Pagaralam, dan Prabumulih yang sepekan terakhir secara berturut-turut diguyur hujan ringan hingga sedang diprakirakan masih berpeluang turun hujan sampai beberapa hari ke depan,

Beberapa kota yang diprakirakan berawan memiliki suhu udara berkisar 23-32 derajat Celsius, kelembapan udaranya berkisar 64-93 persen, kecepatan angin sekitar 25 km/jam dengan arah angin daerah ini sebagian besar menuju selatan.

Kemudian kota yang diprakirakan mengalami hujan ringan memiliki suhu udara berkisar 24-32 derajat Celsius, kelembapan udaranya berkisar 64-98 persen, kecepatan angin sekitar 30 km/jam dengan arah angin daerah ini sebagian besar menuju selatan, katanya.

Menurut dia, memasuki musim kemarau Juni 2015 ini, kondisi cuaca di wilayah Sumsel secara umum cukup panas dan mulai jarang turun hujan, dengan intensitas curah hujan berkisar 200-300 milimeter.

Dalam kondisi kemarau sekarang masyarakat diimbau untuk mewaspadai titik api atau "hotspot" yang berpotensi mengakibatkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Dengan kewaspadaan yang tingi terhadap ancaman musim kemarau itu diharapkan dapat diminimalkan timbulnya masalah kabut asap seperti tahun lalu yang mengganggu kesehatan, berbagai aktivitas masyarakat, dan penerbangan, ujarnya.

Sementara Kabid Bantuan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Sumsel M.S Sumarwan mengatakan menghadapi musim kemarau sekarang ini, pihaknya tetap siaga dan menyiapkan bantuan tanggap darurat berupa bahan makanan dan peralatan pendukung lainnya.

Untuk membantu masyarakat, selaku koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) pihaknya akan terus memfasilitasi 800 sukarelawan itu membantu dan menyelamatkan masyarakat di 17 kabupaten dan kota yang mengalami bencana seperti kekeringan, kebakaran hutan dan lahan pertanian/perkebunan.

Dengan kesiagaan yang tinggi, jika sewaktu-waktu terjadi bencana sukarelawan Tagana langsung diturunkan untuk membantu masyarakat melakukan evakuasi, penyaluran bahan makanan, menyiapkan tenda penampungan korban, dapur umum, dan pendampingan, kata Sumarwan.



Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026