
Muba perlu tenaga muda percepat pembangunan
Selasa, 2 Juni 2015 17:36 WIB

Musi Banyuasin, Sumsel, (ANTARA Sumsel) - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin di Sumatera Selatan memerlukan tenaga muda terampil dan cerdas untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan lainnya di desa dalam "Program 1 Miliar 1 Desa" telah berjalan hampir dua tahun.
"Daerah ini memerlukan tenaga muda terampil dan cerdas untuk percepatan pembangunan desa, dengan menerapkan alokasi dana desa Rp1 miliar per desa yang telah berjalan dengan baik," kata Bupati Musi Banyuasin, Pahri Azhari, di Sekayu, Senin.
Menurut dia, Kabupaten Musi Banyuasin memerlukan tenaga baru khususnya generasi muda untuk melaksanakan pembangunan yang sedang giat dilaksanakan di daerah ini.
Guna mendapatkan tenaga muda yang dinilai mampu mendukung percepatan pembangunan di daerah ini, pihaknya melakukan perekrutan pegawai negeri sipil (PNS), tanaga ahli perusahaan daerah, dan sarjana penggerak pembanguan desa, katanya lagi.
Dia menjelaskan, Program Satu Miliar Satu Desa merupakan program unggulan kabupaten ini, dan satu-satunya daerah di Sumsel yang pertama kali menjalankan program tersebut.
Program itu menjadikan Musi Banyuasin sebagai pelopor pembangunan desa, sehingga untuk menyukseskan program tersebut diminta kepada seluruh camat, kepala desa (kades), dan Badan Pemerintahan Desa mengawasi pelaksanaannya secara ketat.
Program Satu Miliar Satu Desa merupakan cikal bakal APBD desa, sehingga setiap desa diharapkan mampu mandiri, karena Program Alokasi Dana Desa/Kelurahan (ADDK) dilaksanakan secara otonom oleh pemerintah desa.
Seluruh program direncanakan, dilaksanakan, diawasi dan dipertanggungjawabkan oleh pemerintahan di tingkat desa, katanya lagi.
Selanjutnya, ADDK merupakan hak desa yang telah diatur berdasarkan perundang-undangan, pencairannya dalam bentuk program pembangunan mulai dari teknis perencanaan, pelaksanaan, pengawasan hingga pertanggungjawabannya dilaksanakan oleh pemerintahan desa, kata Bupati Musi Banyuasin itu pula.
Pewarta: Oleh Yudi Abdullah
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
