
Pelajaran berharga bagi "Kabau Sirah"
Rabu, 18 Maret 2015 08:25 WIB

...Jelas ini tidak menguntungkan bagi tim kami karena kebobolan di ujung babak, kemenangan yang sudah di depan mata menjadi lenyap dalam sekejap. Tentunya saya kecewa tapi tidak bisa menyalahkan pemain, ini adalah permainan tim...
Palembang (ANTARA Sumsel) Semen Padang FC gagal mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan. Tanpa diduga sepakan tendangan bebas gelandang Martapura FC Ana Supriana pada masa injury time melesat masuk ke mulut gawang dan mengubah kedudukan menjadi imbang.
Kabau Sirah, julukan PSPS Pekan Baru mendapatkan pelajaran berharga atas kekalahannya dari tim beda kasta pada laga perdana di turnamen pramusim Piala Gubernur Sumatera Selatan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Selasa (17/3) sore.
Pelatih Semen Padang Nil Maizar yang diwawancarai seusai pertandingan menyatakan sangat kecewa atas permainan skuat besutannya lantaran kemenangan yang sudah dalam genggaman menjadi lenyap seketika akibat keteledoran di menit akhir.
"Jelas ini tidak menguntungkan bagi tim kami karena kebobolan di ujung babak, kemenangan yang sudah di depan mata menjadi lenyap dalam sekejap. Tentunya saya kecewa tapi tidak bisa menyalahkan pemain, ini adalah permainan tim," kata Nil.
Ia mengatakan, penyebab utama kegagalan mempertahankan gol ini lantaran sejumlah pemain belum mengeluarkan performa terbaiknya sehingga kerap membuat kesalahan yang tidak perlu.
Satu gol lawan di menit akhir itu tercipta karena pemain belakang terlalu "keras" untuk menghentikan pemain depan Martapura FC Abdur Rahman yang sejatinya hanya menebar ancaman ke lini depan.
"Kami mendapatkan pelajaran berharga, yang jelas kesalahan akan dievaluasi agar lawan PSPS Pekan Baru mendapatkan hasil sempurna," kata Nil yang tidak dapat menutup raut kekecewaan setelah kalah dari tim divisi utama ini.
Mantan pelatih Tim Nasional ini mengatakan pembenahan kesalahan-kesalahan mendasar itu menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum berlaga pada kompetisi sebenarnya, Liga Super Indonesia.
Kabau Sirah telah mematok target finis di papan tengah pada Liga Super Indonesia yang direncanakan bergulir pada 4 April 2015.
"Di turnamen ini kami menargetkan juara, tapi yang terpenting adalah bagaimana turnamen ini bisa membawa tim menjadi lebih bagus untuk modal bertanding di LSI," kata dia.
Sementara, Pelatih Martapura FC Frans S Hawea mengatakan kesuksesan timnya menahan Semen Padang yang notabene tim Liga Super Indonesia ini karena para pemain bertanding tanpa beban. Meski tanpa sosok Isnan Ali yang terkena sakit dan pemain asing (aturan baru yang melarang), tapi pemain muda mampu menyulitkan Kabau Sirah.
"Pemain tanpa beban sehingga menikmati pertandingan, kapan lagi bisa bertemu Semen Padang dan bisa menang pula," ujar dia.
Namun, di tengah kegembiraan berhasil mengalahkan "Kabau Sirah", pelatih Martapura ini juga memiliki cacatan khusus mengingat terdapat blunder (kesalahan mendasar yang tidak boleh terjadi) yang dilakukan pemainnya.
"Gol lawan tercipta karena mendapatkan hadiah tendangan bebas dari wasit lantaran penjaga gawang terlalu lama memengang bola. Ini sepatutnya tidak boleh terjadi pada pertandingan profesional," ujar dia.
Berlangsung Sengit
Pertandingan antara dua tim beda kelas ini berlangsung segit sejak awal babak. Dua menit pertandingan baru dimulai, Semen Padang langsung mengejutkan barisan pertahanan Martapura FC yang dikomandoi M Khusen.
Penyerang "Kabau Sirah" Airlangga Sucipto menerima umpan silang dari Nur Iskandar, kemudian mengontrol bola dengan dada. Namun, peluang ini terbuang percuma karena bola melebar dari tiang gawang.
Tak mau ketinggalan, giliran Martapura FC yang menciptakan peluang pada menit ke-4. Sundulan M Khusen nyaris berubah jadi gol setelah berada dalam posisi tidak terkawal di mulut gawang. Namun, kesigapan kiper Jandia Eka Putra dalam menghalau bola membuat skor imbang masih bertahan di awal babak.
Pada menit berikutnya, kedua tim tampil lebih agresif dalam menerap strategi menyerang namun belum sempurnanya koordinasi antarpemain membuat pola yang disuguhkan kerap gagal dalam penyelesaian akhir.
Pelatih Martapura FC Frans S Hawae sempat menarik M Khusen yang mulai turun performanya dengan Johanes Mustamu pada menit 31, namun tetap tidak sebiji gol pun dapat tercipta dalam pertandingan itu.
Memasuki babak kedua, permainan semakin keras. Para pemain siap duel dalam perebutan bola di lini tengah.
Tak disangka-sangka, penjaga gawang "Laskar Sultan Adam", julukan Martapura FC membuat kesalahan mendasar yakni memegang bola terlalu lama sehingga wasit Masril langsung memberikan hadiah tendangan bebas ke Semen Padang.
Pemain gelandang Semen Padang Rudi yang bertindak sebagai eksekutor tidak menyia-yiakan kesempatan itu dan mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk Kabau Sirah pada menit 58.
Tertinggal satu gol ternyata tidak menyurutkan para pemain muda Martapura untuk mengejar ketinggalan.
Usaha ini pun akhirnya membuahkan hasil, setelah pada masa injury time pemain belakang Semen Padang Saepuloh melanggar striker "Laskar Sultan Adam" Abdur Rahman sehingga diberikan hadiah tendangan bebas.
Kesempatan ini tidak disia-siakan pemain gelandang Ana Supriana dengan menciptakan gol. Pertandingan pun berakhir imbang 1-1.
Berdasarkan hasil pertandingan ini, kedua tim masing-masing mengemas satu poin.
Susunan pemain
Semen Padang
Penjaga gawang: Jandia Eka Putra, pemain belakang: Goran Gantv, Saepuloh, Hengki Ardiles (c), Ricky Ohorela (A Gamal/81), pemain tengah: Vendry Mofu, Yu Hyun Koo, Nur Iskandar, Nerius Alon (Rudi/47), pemain depan: Esteban Viszara, Airlangga Sucipto (Suheri Daud/76). Pelatih: Nil Maizar.
Martapura FC
Penjaga gawang: Deni Suprianto (Guntur Pranata/65), pemain belakan: Fahreza Agamal, M Khusen (Johanes Mustamu/31), Erwin Gutawa, Ady Setiawan, pemain tengah: Gideon Maesell Huwae, M Nizar (Ruud Gullit/72), Hery Saputra (Yanuarius Kanol/50), Ana Supriatna, pemain depan: Abdul Rahman (M Slamet/74), Saifullah Nazar. Pelatih: HM Hilman.
Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
