Logo Header Antaranews Sumsel

Kebutuhan Migas Di Sumsel Terus Meningkat

Rabu, 24 Desember 2014 16:38 WIB
Image Print
Kebutuhan migas di wilayah Sumbagsel setiap tahun terus meningkat (Foto: antarasumsel.com/Evan Ervani)

Palembang (ANTARA Sumsel) -PT Pertamina Sumatera bagian selatan sepanjang 2014 memproduksi minyak mentah sebanyak 98 ribu hingga 100 ribu barel per hari, guna memenuhi kebutuhan minyak dan gas masyarakat yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) III Unit Plaju Sumatera Selatan memastikan produksi kilang RU III bisa memenuhi kebutuhan di wilayah Sumatera bagian Selatan (Sumbagsel) yang dipasok dari EP III Prabumulih dengan asumsi sekitar 98 ribu hingga 100 ribu barel minyak mentah per hari, kata Kepala Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas Sumbagsel, Tirat Sambu Ichtijar di Palembang, Rabu.

Dijelaskannya, berdasarkan perhitungan tingkat kebutuhan konsumsi minyak dan gas (migas) di Sumbagsel rata-rata meningkat sekitar lima hingga tujuh persen per tahun.

Sementara memenuhi kebutuhan minyak mentah Sumbagsel saat ini merupakan hasil eksplorasi di beberapa daerah seperti Prabumulih, Musibanyuasin dan Pendopo yang langsung disalurkan melalui pipa sepanjang kurang lebih 120 kilometer hingga ke kilang Plaju.

Sedangkan selebihnya sekitar 35 persen dipasok dari luar guna mencukupi kebutuhan terutama bahan bakar yang setiap tahun terus mengalami peningkatan, katanya tanpa menyebutkan angka peningkatan dimaksud.

Ia menjelaskan, PT Pertamina (Persero) pada 2015 akan terus mengoptimalkan penambahan cadangan migas yang selama ini selalu menjadi masalah.

Melalui eksplorasi pengeboran sumur di wilayah Sumatera Selatan bekerja sama dengan pihak ketiga, walaupun masih banyak kendala dihadapi seperti pembebasan lahan dan pencurian minyak mentah, tetap mengoptimalkan jumlah produksi migas.

Ia menambahkan, masalah pencurian minyak mentah dan pembebasan lahan akan tetap menjadi perhatian serius bagi pemerintah setempat dalam upaya menarik minat investor berinvestasi di sektor migas.



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026