Logo Header Antaranews Sumsel

3,5 ton sampah Palembang bernilai ekonomis

Jumat, 14 November 2014 09:00 WIB
Image Print
Sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukawinata Palembang (Foto Antarasumsel.com/Feny Selly)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Sebanyak 3,6 ton per hari sampah di Kota Palembang kini telah bernilai ekonomi karena diolah menjadi beragam produk daur ulang dan pupuk kompos.

"Pengolahan sampah telah dilakukan di bank sampah dan sekolah-sekolah," kata Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Palembang Tabrani, ketika dihubungi Kamis.

Menurut dia, pengolahan sampah menjadi barang bernilai ekonomis tersebut tentunya menjadi salah satu upaya mengurangi tumpukan di tempat pembuangan akhir.

Secara luas, daur ulang sampah akan berdampak langsung kepada kelestarian bumi karena sampah yang awalnya sulit terurai didaur ulang sehingga bisa digunakan kembali, tambahnya.

Ia mengatakan, upaya meningkatkan pengolahan sampah menjadi barang laku dijual atau dapat digunakan kembali itu akan terus disebarluaskan.

Apalagi, hasil pengolahan sampah menjadi produk daur ulang tersebut kini menjadi barang berharga yang banyak dicari masyarakat, katanya.

Dia menjelaskan, penambahan kelompok-kelompok warga yang mengelola bank sampah juga menjadi bagian sangat penting.

Karena itu, pihaknya terus meningkatkan jumlah kader lingkungan pada 16 kecamatan di daerah itu, ujarnya.

Tabrani menambahkan, pengolahan sampah itu, juga menjadi bagian terpenting dari penilaian untuk mendapatkan Piala Adipura.

Dimana, tahun ini pemkot setempat telah berhasil meraih Piala Adipura Kencana setelah sejak 2007 mampu mempertahankan penghargaan bidang kebersihan tertinggi Indonesia, tambahnya.



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026