Logo Header Antaranews Sumsel

Harga karet Sumsel Rp10.800/kg

Kamis, 6 November 2014 11:25 WIB
Image Print
Harga getah karet di tingkat petani OKU anjlok (Foto Antarasumsel.com/14/E Permana)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Harga karet melalui lelang antarkoperasi Serasan Jaya, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan, hingga Rabu tercatat Rp10.800 per kilogram.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Sumatera Selatan Benyamin di Palembang mengatakan bahwa harga karet lelang tertinggi satu bulan Rp10.800/kg.

Sementara itu, harga karet atau slab tertinggi dua mingguan melalui pasar lelang KUD Serasan Jaya, Kecamatan Gelumbang, sebesar Rp9.465/kg.

Ia menyebutkan harga karet di Desa Seri Tanjung, Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan tercatat Rp8.156/kg, atau naik dibandingkan kondisi akhir pekan lalu kisaran Rp8.100/kg.

Harga karet melalui Gabungan Kelompok Tani "Ngerawan Indah" Desa Seri Tanjung, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, kata dia, adalah karet mingguan.

Dijelaskannya, harga karet tersebut dipantau melalui pasar lelang antarkoperasi di beberapa daerah, antara lain Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar Lavender Desa Regan Agung Kabupaten Banyuasin, dan Koperasi Serasan Jaya, Kabupaten Muaraenim.

Hanya saja, kenaikan harga jual karet sekarang ini belum menguntungkan petani, karena tidak berimbang dengan hasil atau produksi yang diperoleh setiap hari jauh menurun, kata beberapa petani dihubungi melalui telepon genggam dari Palembang.

Salah satu petani dari Desa Rambang Senuling, Kabupaten Muaraenim, Musnadi mengatakan bahwa kenaikan harga karet sekarang tidak diimbangi dengan jumlah produksi yang dihasilkan karena selama musim kemarau ini justru perolehan sadapan jauh menurun dibandingkan kondisi cuaca normal.

Ia mencontohkan, kalau kondisi cuaca normal, untuk luas kebun 1 hektare bisa menghasilkan di atas satu kuintal per pekan. Namun, sekarang, selama musim kemarau, paling tinggi getah karet diperoleh 35 kg/pekan.



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026