Logo Header Antaranews Sumsel

Polres OKU tangkap pembobol rumah

Selasa, 26 Agustus 2014 18:06 WIB
Image Print
Kapolres OKU AKBP Mulyadi SIk MH (Foto Antarasumsel.com/14/E Permana)

Baturaja (ANTARA Sumsel) - Polres Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, Selasa menangkap Mi dan Di, spesialis pembobol rumah di kawasan Kota Baturaja.

"Korban terakhir Mi adalah Dosy Iin Meri (40), warga RS Sriwijaya Kelurahan Sekarjaya Baturaja timur," kata Kapolres OKU AKBP Mulyadi didampingi Kapolsek Baturaja Timur AKP Sumaryono kepada pers di Baturaja, Selasa.

Dijelaskan, tersangka Mi (16), oknum pelajar di salah satu SMU setempat dibantu temannya Di (14), oknum pelajar di salah satu SMP Negeri di kota tersebut melancarkan aksinya dengan membobol rumah korban Dosy pada Senin (25/8) sekitar pukul 00.30 WIB.

Saat menjalankan aksinya, Mi bertugas masuk ke dalam rumah dengan cara memanjat bagian belakang rumah demgam menjebol plafon.

"Sedangkan tersangka Di bertugas menunggu di luar sambil mengawasi keadaan sekitar rumah," kata Kapolres.

Setelah berada di dalam rumah korban, lanjut Kapolres, tersangka Mi langsung menuju bagian depan rumah korban yang berfungsi juga sebagai warung.

Kemudian, Mi mengambil uang tunai sebesar Rp3 juta yang diletakan korban di dalam laci meja kasir.

"Setelah mengambil uang milik korban, pelaku keluar rumah untuk kemudian kabur melarikan diri" jelas Kapolres.

Ditambahkan Kapolres, dari tangan kedua pelaku, petugas menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha F1ZR BG 8868 MG yang disita dari tangan Mi, sedangkan dari tangan tersangka Di mengamankan barang bukti berupa sepatu dan tas.

Tersangka Mi mengaku kalau dirinya melakukan aksi pencurian tersebut karena ingin memiliki sebuah sepeda motor.

Dari aksi pertamanya, Mi membawa kabur uang sebesar Rp3 juta yang kemudian diberikannya kepada Di sebesar Rp500 ribu.

"Dari hasil membongkar rumah tersebut, Rp500 ribu saya berikan kepada Di dan sisanya sebesar Rp2,5 juta dibelikan satu unit motor Yamaha F1ZR BG 8868 MG dari seseorang di salah satu tempat di Kecamatan Lengkiti" ungkap Mi.

Sementara, tersangka Di mengaku baru satu kali ini melakukan pencurian.

Dari hasil pencurian tersebut dirinya mendapat bagian sebesar Rp500 ribu dibelikannya sepasang sepatu dan satu unit tas untuk sekolah.

"Saya baru ini mencuri pak, itupun hanya ikut-ikutan saja. Uangnya saya belikan sepatu dan tas buat sekolah. Saya menyesal pak" tutur oknum siswa SMPN yang tercatat sebagai warga RS Sriwijaya Kelurahan Sekar Jaya Baturaja Timur ini.



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026