
Nilai tukar rupiah menjadi Rp11.679

Jakarta (ANTARA Sumsel) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi bergerak menguat sebesar 33 poin menjadi Rp11.679 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp11.712 per dolar AS.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa eforia pemilu presiden masih menjadi salah satu pendorong mata uang rupiah kembali terapresiasi terhadap dolar AS.
"Diharapkan sentimen politik terkait agenda pilpres berjalan lancar dan aman sehingga membuat laju rupiah melanjutkan kenaikan," katanya.
Ia menambahkan bahwa harga minyak mentah dunia yang cenderung mengalami penurunan menambah sentimen positif bagi mata uang rupiah, hal itu dikarenakan dapat mendorong perbaikan kinerja neraca perdagangan Indonesia.
"Harga minyak pagi ini turun sekitar 0,14 persen menjadi 103,39 dolar AS per barel. Turunnya harga minyak diharapkan menjaga momentum penguatan rupiah," katanya.
Dari eksternal, lanjut dia, lembaga dana moneter internasional (IMF) yang menyatakan bahwa masih adanya potensi pemangkasan peringkat pertumbuhan ekonomi global dapat membuat penguatan rupiah tertahan.
"Pernyataan itu memberikan kesan bahwa pertumbuhan ekonomi global masih melambat, termasuk Tiongkok dan beberapa wilayah Asia Pasifik lainnya meski beberapa data manufakturnya mulai mengalami peningkatan," katanya.
Pewarta: Oleh Zubi Mahrofi
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
