
Muhammadiyah pilih netral Pilpres 2014

Palembang (ANTARA Sumsel) - Muhammadiyah memilih netral pada Pemilu Presiden 9 Juli nanti dan tidak berpihak kepada siapapun dari pasangan calon presiden-calon wakil presiden yang maju pada pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
"Sudah ada intruksi dari pimpinan pusat, kalau Muhammadiyah netral pada Pemilu Presiden nanti," kata Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang, HM Idris ketika menutup rangkaian kegiatan milad UMP ke-35, Selasa.
Menurut dia Muhammadiyah tidak mau terkait dengan politik praktis termasuk juga jajaran-jajarannya mulai dari pimpinan daerah, pimpinan wilayah dan amal usaha, semua bersikap netral.
"Jadi, bersikap netral dan ini sudah kita sampaikan dan telah kita sosialisasikan," katanya.
Akan tetapi, lanjutnya, kalau untuk pribadi-pribadi dipersilakan mau kemana, mau ke pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa boleh dan ke pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla juga boleh dipersilakan, tidak dilarang.
"Jadi, dipersilakan memilih sesuai hati nurani masing-masing, tetapi jangan bawa institusi lembaga," jelasnya.
Ia mengatakan Muhammadiyah memberikan kebebasan kepada anggotanya untuk menggunakan hak pilihnya secara cerdas, bijaksana dan pertimbangan rasional dan spiritual dalam memilih pasangan calon presiden-calon wakil presiden yang memenuhi kriteria.
Calon presiden-calon wakil presiden yang memenuhi kriteria itu antara lain berjiwa religius, taat beribadah dan berintegritas tinggi sejalan antara kata dan perilaku.
Kemudian memiliki visi dan karakter kuat sebagai negarawan, berani mengambil keputusan strategis, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, tegas dalam melakukan pemberantasan korupsi, penegakan hukum dan menjaga kewibawaan dan kedaulatan nasional dari berbagai ancaman dari dalam dan di luar negeri, ujarnya.
Pemilu Presiden 9 Juli 2014 diikuti dua pasangan capres dan cawapres, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Pewarta: Oleh Susilawati
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
