
Wilayah Sumsel berawan hingga hujan ringan

...Berdasarkan pengamatan melalui satelit, kondisi cuaca di enam kota Sumsel berawan dan 11 kota lainnya berpotensi hujan ringan...
Palembang (ANTARA Sumsel) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan kondisi cuaca di sejumlah kota wilayah Sumatera Selatan berawan dan berpeluang hujan dengan intensitas ringan.
"Berdasarkan pengamatan melalui satelit, kondisi cuaca di enam kota Sumsel berawan dan 11 kota lainnya berpotensi hujan ringan," kata Kasi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumsel, Indra Purnama di Palembang, Minggu.
Menurut dia, enam kota di provinsi yang kini dikembangkan menjadi 17 kabupaten dan kota itu yang diprakirakan berawan yakni Kota Lahat, Musirawas, Musirawas Utara, Sekayu, Tebingtinggi, dan Lubuklinggau.
Sedangkan ke-11 kota lainnya yang kondisi cuacanya berpeluang hujan dengan intensitas ringan yakni Kota Baturaja, Kayu Agung, Muara Enim, Pali, Pangkalanbalai, Martapura, Muaradua, Indralaya, Palembang, Pagaralam, dan Prabumulih.
Beberapa kota yang diprakirakan berawan memiliki suhu udara berkisar 24-34 derajat Celsius, kelembaban udaranya berkisar 54-96 persen, kecepatan angin sekitar 25 km/jam dengan arah angin daerah tersebut seluruhnya menuju tenggara,.
Sedangkan kota yang diprakirakan berpeluang hujan ringan memiliki suhu udara berkisar 23-33 derajat Celsius, kelembapan udaranya berkisar 58-97 persen, kecepatan angin sekitar 25 km/jam dengan arah angin menuju tenggara, katanya.
Dia menjelaskan, Sumsel mulai terdapat beberapa daerah yang berawan karena sebagian wilayah provinsi yang berpenduduk sekitar 8,6 juta jiwa itu mulai memasuki musim kemarau.
"Berdasarkan pengamatan melalui satelit cuaca, sebagian kabupaten dan kota di Sumsel pada Juni 2014 telah memasuki musim kemarau, sedangkan sebagian lagi masih sering hujan dengan intensitas curah hujan 50-150 milimeter," ujarnya.
Menurut dia, dalam kondisi cuaca mulai memasuki musim kemarau, beberapa hal yang perlu diwaspadai seperti potensi terjadinya titik api (hotspot), dan angin kencang.
Sejumlah daerah yang perlu mewaspadai potensi titik api yang dapat menyebabkan kebakaran hutan dan lahan seperti Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, dan Muara Enim, katanya.
Melihat perkembangan iklim yang beberapa hari terakhir cenderung panas serta mulai terdeteksi keberadaan titik api, diimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Ancaman titik api perlu diwaspadai sehingga tidak menimbulkan masalah kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas penerbangan, kegiatan masyarakat, dan gangguan kesehatan, kata Indra.
Sebelumnya, Kabid Bantuan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Sumsel, M.S Sumarwan mengatakan guna mengantisipasi terjadinya bencana yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan sosial seperti kekeringan lahan pertanian, serta kebakaran hutan dan lahan, pihaknya telah menyiapkan bantuan tanggap darurat.
Selain itu, pihaknya selaku Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) provinsi setempat, juga berupaya menyiagakan sekitar 800 relawan yang selama ini di bawah pembinaan Dinas Sosial, sehingga jika terjadi bencana dampak musim kemarau tersebut bisa membantu masyarakat bersama instansi terkait lainnya, kata Sumarwan.
Pewarta: Oleh: Yudi Abdullah
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
