Logo Header Antaranews Sumsel

PT Pusri peduli pendidikan anak petani

Senin, 26 Mei 2014 23:48 WIB
Image Print
Sulfa Ghanie (Foto Antarasumsel.com/13/Yudi Abdullah)
...Program CSR selama ini hanya diberikan untuk pelajar SD hingga SMA sederajat, namun pada 2013 dikembangkan untuk mahasiswa melalui program Anak Petani Jadi Sarjana...

Palembang (ANTARA Sumsel) - PT Pupuk Sriwidjaja yang berkantor pusat di Kota Palembang, Sumatera Selatan, peduli terhadap pendidikan anak petani di sembilan provinsi wilayah kerjanya.

"Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau `Corporate Social Responsibility/CSR` perusahaan memberikan kesempatan kepada anak petani mendapatkan pendidikan hingga perguruan tinggi," kata Manajer Hubungan Masyarakat PT Pupuk Sriwidjaja (PT Pusri) Sulfa Ghanie di Palembang, Senin.

Dia menjelaskan, peningkatan pendidikan anak petani menjadi perhatian utama perusahaan pupuk yang memiliki wilayah kerja meliputi Provinsi Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta, sehingga diharapkan dapat meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian.

Dengan adanya anak petani yang memiliki pendidikan tinggi, diharapkan dapat membantu orang tuanya mengembangkan lahan pertanian dan memberikan sentuhan teknologi hasil pertanian, serta merubah perekonomian keluarga.

Selain itu diharapkan pula anak petani yang memiliki pendidikan tinggi dapat memberikan kontribusi besar bagi kemajuan dunia pertanian di Indonesia, katanya.

Menurutnya, PT Pusri terus berupaya mendorong anak petani mendapatkan pendidikan secara maksimal dengan mengembangkan program CSR bantuan bea siswa pendidikan.

Program CSR selama ini hanya diberikan untuk pelajar SD hingga SMA sederajat, namun pada 2013 dikembangkan untuk mahasiswa melalui program "Anak Petani Jadi Sarjana".

Beasiswa program CSR tersebut, diharapkan dapat memotivasi anak petani dan buruh tani meneruskan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi, serta lebih mendekatkan PT Pusri dengan petani sebagai konsumen utama pupuk urea yang kini kebanyakan kondisi ekonomi tidak berkecukupan, kata Sulfa.



Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026