Logo Header Antaranews Sumsel

DPRD gelar peringatan ke-68 hari jadi Sumsel

Kamis, 15 Mei 2014 22:00 WIB
Image Print
Paripurna istimewa DPRD dalam rangka Hari Jadi Pemprov Sumsel di Palembang, Kamis. (Foto: antarasumsel.com/14/Feny Selly/Adv)

Palembang (ANTARA Sumsel) - DPRD Sumatera Selatan menggelar rapat paripurna istimewa XXI peringatan hari jadi provinsi itu ke-68 tahun 2014.

Rapat paripurna istimewa peringatan hari jadi ke-68 tahun itu dipimpin Ketua DPRD Sumsel Wasista Bambang Utoyo dan wakil ketua lainnya di Palembang, Kamis.

Hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur Sumsel Alex Noerdin, kemudian mantan Ketua DPRD Sumsel Zamzami Achmad, sejumlah tokoh masyarakat dan lainnya.

Menurut Ketua DPRD Sumsel Wasista, berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Sumsel No. 5 Tahun 2007 tentang Hari Jadi Provinsi Sumsel telah ditetapkan tanggal 15 Mei merupakan hari jadi Sumsel.

Peringatan yang dilaksanakan dalam bentuk rapat paripurna istimewa ini merupakan wujud ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, karena dengan kesadaran akan semangat kebersamaan dan sesuai dengan Motto Sumsel yakni "Sumatera Selatan Bersatu Teguh".

Ia menuturkan, kerajaan Palembang Darussalam yang mengalami kejayaan pada abad ke-18 dan ke-19. Dengan kerajaan ini kemudian dikenal sebagai Kesultanan Palembang Darussalam.

Sebagai negara modern pada waktu itu dan telah menetapkan batas wilayah kekuasaannya yakni zaman Sultan Abdulrahman yang menguasai sebagian wilayah sekarang termasuk Jambi (di daerah Muara Tembesi), sebagian daerah Lampung (Menggala, Tulang Bawang) dan juga Pulau Bangka Belitung, serta daerah Rejang Empat Petulai (Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu) dan Belalau di sebelah selatan Danau Ranau.

Pada waktu peralihan kekuasaan dari Kesultanan Palembang kepada Pemerintah Hindia Belanda, tidak semua wilayah dikuasai Pemerintah Belanda karena masih ada perlawanan dari rakyat, terutama rakyat di Pasemah.

Wasista menjelaskan, kronologis penetapan 15 Mei 1946 sebagai hari jadi Provinsi Sumsel adalah bertepatan dengan diumumkan pembagian wilayah Provinsi Sumatera menjadi tiga subprovinsi berdasarkan usul dan pertimbangan konferensi residen seluruh Sumatera, wakil pemerintah pusat, dan keputusan Dewan Rakyat Sumatera.

Tiga subprovinsi itu, yakni subprovinsi Sumatera Utara meliputi Keresidenan Aceh, Sumatera Timur, dan Tapanuli. Kemudian subprovinsi Sumatera Tengah yang meliputi Keresidenan Sumatera Barat, Riau, dan Jambi.

Selanjutnya, subprovinsi Sumatera Selatan meliputi Keresidenan Bengkulu, Palembang, Lampung, dan Bangka Belitung.

Berdasarkan pembagian wilayah itu, melalui proses panjang dilandasi kajian ilmiah dan segala pertimbangan dari berbagai aspek, baik aspek yuridis, historis, sosiologis, filosofis dan sosial budaya serta melalui penelitian terhadap dokumen hasil musyawarah Bukit Tinggi dan data-data di arsip nasional di Jakarta, akhirnya disepakati bahwa pada 15 Mei 1946 adalah sebagai awal terbentuknya Provinsi Sumsel.

Untuk itu telah ditetapkan dalam Perda Provinsi Sumsel No.5 Tahun 2007 sebagai hari jadi Provinsi Sumsel.

Ia menuturkan, Sumsel memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa. Di dalam perut buminya ada sumber gas alam, minyak bumi, batu bara, mineral dan segala apa yang diperlukan pasar dunia.

Tanahnya yang cukup subur untuk membudidayakan berbagai komoditas memiliki nilai ekonomi tinggi.

Industri pengolahan atas bahan-bahan mentah juga telah menjadi bagian dari perekonomian Sumsel sejak seabad lalu, katanya.

Wasista menguraikan, perubahan-perubahan wajah provinsi ini menuju masyarakat sejahtera merupakan upaya yang menuntut semua pihak bekerja keras sehingga prestasi pembangunan yang telah diraih, baik pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota mendapat pengakuan pemerintah pusat dan dari berbagai pihak dalam dan luar negeri menandai keberhasilan yang telah dicapai provinsi Sumsel.

Dalam bidang pemerintahan dapat dilihat pemberian penghargaan terhadap camat-camat yang berprestasi hampir di seluruh kabupaten/kota se-Sumsel.

"Kita berikan apresiasi kepada para camat berprestasi yang hadir pada peringatan HUT Sumsel," tuturnya.

Kemudian sisi administrasi "Bumi Sriwijaya" terbagi dalam 17 wilayah kabupaten/kota yakni Kota Palembang, Kota Pagaralam, Kota Lubuklinggau, Kota Prabumulih, Kabupaten OKU, OKU Timur, OKU Selatan, OKI, Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, Muaraenim, Lahat, Empatlawang dan yang terakhir adalah Kabupaten Pali dan Muratara, paparnya.

Sementara Gubernur Sumsel Alex Noerdin menyatakan, dengan peringatan HUT Sumsel ke-68 sudah banyak yang dikerjakan, sudah banyak yang dicapai, sudah banyak penghargaan yang diterima.

"Akan tetapi, masih banyak lagi yang belum selesai, tingkat kemiskinan masih cukup tinggi, tingkat pengangguran masih cukup tinggi dan infrastruktur masih harus ditingkatkan Insya Allah dengan program-program saya sampaikan bisa terwujud di akhir 2017 disitulah Sumsel melompat ke depan," katanya.(Adv/SUS)



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026