
Penahanan Bupati Yulius dapat simpati karyawan

Baturaja (ANTARA Sumsel) - Penahanan terhadap Bupati Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan H Yulius Nawawi yang dilakukan pihak Kejaksaan Tinggi Sumsel di Palembang, Rabu siang mendapatkan simpati dan dukungan moril dari para karyawan di lingkungan Pemkab OKU.
Pantauan Antara, seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan pimpinan partai politik di Ogan Komering Ulu (OKU), tanpa diberi komando langsung berbondong-bondong ke Palembang untuk memberikan dukungan moril kepada Yulius Nawawi yang ditahan pihak Kejati terkait kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial di daerah itu.
"Kita rencananya sore ini akan ke Palembang untuk memberikan dukungan moril kepada bupati. Rencananya Wabub OKU Kuryana Azis yang akan memimpin ke Palembang," kata Kabag Humas dan Protokol Pemkab OKU, Djanuar Effendi di Baturaja, Rabu.
Sementara pantauan di rumah dinas Bupati OKU, terlihat sepi dari aktivitas, tak ada satupun keluarga dan anak Yulius yang berada di sana.
"Bupati sudah ke Palembang sejak Senin malam (17/2), sedangkan anak dan istrinya menyusul pada Selasa (18/2) sekitar pukul 09.00 WIB. Saat ini hanya ada pembantu saja di pendopo atau rumah dinas ," ungkap salah seorang anggota Satpol PP yang bertugas jaga di sana enggan namanya disebutkan.
Namun tiba-tiba sekitar pukul 13.00 WIB, ada dua unit mobil pribadi milik Yulius, yakni Nisan X Triel BG 1067 FB warna hitam dan Honda Acord BG 3 JH warna putih masuk ke dalam Pendopo Kabupatenan.
Setelah parkir di depan pendopo beberapa saat, tampak seorang pria dan wanita keluar membawa pakaian milik keluarga besar H Yulius Nawawi.
"Mereka itu adalah sopir dan pembantu pribadi Bupati," kata anggota Satpol PP yang berjaga di Pendopo Kabupatenan.
Sementara itu, suasana di rumah orang tua Yulius Nawawi di Kebun Jati, Desa Saung Naga, Kecamatan Baturaja Barat juga tampak sepi.
Meski di pekarangan rumah dan garasi tampak sejumlah mobil terparkir di sana, namun hanya ada tiga orang anggota Satpol PP yang berjaga di ruang tunggu, serta seorang pembantu tengah sibuk menjemur pakaian.
Sayangnya pembantu dan anggota Satpol PP OKU tersebut sama sekali tidak mau memberikan komentar, terkait penahanan terhadap bupati itu.
Bupati Ogan Komering Ulu Yulius Nawawi dan Mantan Bupati Eddy Yusuf resmi ditahan pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Rabu, karena terkait dugaan korupsi penyalahgunaan dana bantuan sosial mengakibatkan kerugian negara senilai Rp3 miliar dari total proyek Rp13 miliar..
Yulius Nawawi dan Eddy Yusuf usai diperiksa hampir dua jam di Kejati Sumsel langsung dibawa menuju rumah tahanan Pakjo Palembang. (E Permana)
Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
