
Anggaran BOK Puseksmas Muba Rp2 miliar

Dengan adanya BOK ini diharapkan adanya peningkatan kinerja terhadap Puskemas dan seluruh jaringannya, seperti Poskesdes atau Polindes, Posyandu...
Sekayu, Muba (ANTARA Sumsel) Sebanyak 26 Puskesmas di Kabupaten Musi Banyuasin, pada tahun ini mendapatkan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dari Pemerintah Pusat sebesar Rp2,025 miliar yang diperuntukkan untuk percepatan pencapaian Millenium Development Goals (MDGs) bidang kesehatan Tahun 2015.
Dengan adanya BOK ini diharapkan adanya peningkatan kinerja terhadap Puskemas dan seluruh jaringannya, seperti Poskesdes atau Polindes, Posyandu dan adanya peningkatan kesehatan bersumber daya manusia, ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Muba Sriwijayani melalui Kasi Kesga dan Kespro, Ahmad Sidiq, di Sekayu, Rabu.
Selain itu, lanjut dia, Puskesmas juga diharapkan dapat menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif, guna meningkatkan kesehatan masyarakat.
Besaran alokasi dana untuk setiap puskesmas dipastikan berbeda, karena disesuaikan dengan sarana, prasarana, SDM, serta faktor kesulitan demografi di wilayah kerja masing-masing.
Dana yang nantinya dikelola langsung oleh puskesmas penerima bantuan tersebut, terang dia, harus dimanfaatkan sesuai dengan program atau rencana yang telah dibuat oleh pihak Puskesmas.
Secara teknis pihak puskesmas membuat program tersendiri berdasarkan juklak dan juknis BOK Kemenkes RI dengan membentuk tim pengelola BOK di tingkat puskesmas, terang dia.
Seraya menambahkan program yang dilaksanakan Puskesmas yaitu bersifat tindakan promotif dan preventif seperti penyuluhan, survei, pendataan, pemeriksaan, dan untuk mencegah berbagai penyakit.
Guna mengetahui apa yang nantinya akan dilakukan oleh Puskemas, setiap bulannya Puskesmas diharuskan memberikan rencana kegiatan yang akan diverifikasi oleh verifikator Dinkes.
Setelah kegiatan selesai dilaksanakan, pihak Puskesmas wajib membuat laporan pertanggungjawaban dan laporan kegiatan yang telah dilaksanakan, beserta pengajuan rencana kegiatan untuk bulan selanjutnya, jelasnya.
Terpisah, berdasarkan data yang dimiliki RSUD Sekayu, sepanjang 2013, gangguan sistem pencernaan atau gastroenteritis menduduki peringkat pertama penyakit paling banyak menerpa masyarakat di Kabupaten Muba, dengan jumlah 679 pasien rawat inap.
Dari data yang kita miliki gangguan system pencernaan berada pada peringkat pertama dari 10 penyakit terbesar RSUD Sekayu pada 2013 lalu, dengan jumlah psien rawat inap mencapai 679, ujar Humas RSUD Sekayu, Yeti Septiana.
Penyakit ini, kata dia, paling banyak menyerang anak-anak dikarenakan sistem imun atau kekebalan tubuh yang belum begitu maksimal. Sehingga membuat anak dengan mudah diserang oleh bakteri yang ada di sekitar lingkungan.
Ini juga disebabkan pola hidup yang kurang sehat, seperti makanan yang tidak higienis dan lingkungan yang kotor, ucap dia.
Adapun penyakit lainnya yang banyak menerpa masyarakat Muba, lanjut dia adalah neoplasma jinak lainnya sebanyak 486 kasus, dyspepsia 349 kasus, Congestive Heart Failure (CHF) atau gagal jantung kongestif sebanyak 203 kasus, Tb paru sebanyak 189 kasus, katarak sebanyak 168 kasus dan CVD sebanyak 99 kasus, lalu ada broncapneumania sebanyak 71 kasus, serta diabetes mellitus sebanyak 70 kasus.
Untuk penyakit rawat inap yang paling rendah adalah hypertensi yang mencapai 68 kasus, ungkapnya.
Pewarta: Oleh: Edy Parmansyah
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
