
Korem Gapo amankan puluhan ton minyak mentah

Palembang (ANTARA Sumsel) - Jajaran anggota Komando Resor Militer Garuda Dempo Kodam II/Sriwijaya mengamankan puluhan ton minyak mentah di pelabuhan Gasing, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan Rabu malam.
Kepala Penerangan Korem Garuda Dempo Mayor Inf Dedi S di Polsek Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin kepada wartawan, Kamis mengatakan, ada delapan truk yang diamankan saat melakukan penggerbakan semalam.
Penggerebekan sendiri dilakukan berawal adanya informasi dari masyarakat bahwa di pelabuhan Gasing ada yang mencurigakan terutama penyaluran minyak, katanya.
Dengan adanya kecurigaan tersebut maka intel Korem yang dipimpin Pelda D Saraudin melakukan penangkapan.
Dalam penangkapan itu diamankan satu unit kapal diduga untuk mengirim minyak mentah tersebut dan delapan unit truk yang tujuh di antaranya sudah berisi minyak.
Masing-masing truk diperkirakan bermuatan 10 ton minyak dan pihaknya juga mengamankan empat orang tersangka.
Tersangka yang diamankan itu masing-masing Ard (31), Ars (30) keduanya sopir truk, Btr (25) anak buah kapal dan seorang lagi pengawas lapangan atas nama, Gsr.
Barang bukti empat truk sekarang ini diamankan di Mapolsek Talang Kelapa dan empat truk lagi masih di tempat kejadian perkara atau pelabuhan Gasing.
Sementara Kapolsek Talang Kelapa Kompol Hadi Syaefudin mengatakan, memang penangkapan dilakukan tim gabungan antara anggota TNI dan Polri.
Hal ini karena pihaknya telah melakukan kerja sama dengan Pertamina serta TNI dan Polri dalam pengamanan aset negara tersebut.
Menegnai kasus pencurian minyak itu sendiri terus akan dikembangkan kemungkinan ada tersangka lannnya.
Sementara salah seorang sopir, Ard (31) yang diamankan kepada wartawan mengatakan, minyak mentah tersebut berasal dari sumur tua di Sungai Angit, Kabupaten Musi Banyuasin.
Sedangkan pemiliknya sendiri atas nama HJ dan pihaknya hanya membawa dengan upah sekali antar Rp100 ribu.
Sedangkan AKB, Btr (25) mengatakan, minyak tersebut akan dibawa ke Muara Sungai Musi dengan imbalan Rp2 juta per bulan, namun dia tidak menyebutkan lokasi utamanya.
Pewarta: Oleh: Ujang Idrus
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
