Logo Header Antaranews Sumsel

Harga karet Sumsel turun jadi Rp10.100

Rabu, 29 Januari 2014 11:35 WIB
Image Print
Ilustrasi - Seorang buruh penyadap karet melakukan penyadapan di kebun karet (Foto Antarasumsel.com/13/Feny Selly)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Harga karet petani yang dipasarkan melalui lelang antarkoperasi unit desa masing-masing daerah di Sumatera Selatan, Rabu, turun menjadi Rp10.100 per kilogram dari sebelumnya mencapai Rp13.205 per kg.

Harga karet melalui pasar lelang koperasi unit desa (KUD) di Sumatera Selatan pekan ini tertinggi Rp10.100 dan terendah Rp9.700 per kg, kata Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Sumsel, Benyamin, di Palembang, Rabu.

Ia menjelaskan berdasarkan data yang dihimpun Dinas Perkebunan setempat, harga karet lelang koperasi unit desa tersebut diperoleh melalui lelang Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) Desa Regan Agung Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin.

Secara rinci dijelaskan pasar lelang UPPB Lavender Rp10.100 per kg, UPPB Usaha Bersama Rp9.700, UPPB Bina Tani Rp9.700, dan UPPB Harapan Kita Rp 9.700 per kg.

Menurut dia, jika dilihat berdasarkan data tersebut hanya UPPB Lavender menetapkan harga karet lelang lebih tinggi Rp10.100, sedangkan UPPB Usaha Bersama, UPPB Bina Tani dan UPPB Harapan Kita masing-masing menetapkan harga sama yakni Rp9.700 per kg.

Karet yang dijual melalui pasar lelang tersebut adalah dipasok oleh pedagang pengumpul membeli langsung dari petani, kemudian setelah terkumpul diangkut ke Palembang untuk dijual pada sejumlah pabrik pengolahan karet di ibukota Provinsi Sumsel itu.

Namun, harga karet tersebut jika dibandingkan kondisi sepekan sebelumnya terutama di pasar lelang UPPB Banyuasin terjadi penurunan yang disesuaikan dengan perkembangan harga di luar negeri.

Menurut Benyamin, Dinas Perkebunan Sumsel setiap pekan secara rutin menerima laporan perkembangan harga karet dari sejumlah pasar lelang KUD di beberapa daerah sentra produksi di provinsi tersebut.

Sementara, Badan Pusat Statistik Sumatera Selatan mencatat realisasi ekspor provinsi tersebut periode Januari-September 2013 menghasilkan devisa 2,97 miliar dolar AS.

Sedangkan dari total ekspor nonmigas yang terbesar disumbang karet mencapai 2,07 miliar dolar, disusul batu bara 137,88 juta dolar, minyak kelapa sawit dan produk turunannya 115,67 juta dolar.



Pewarta:
Editor: AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026