
Sumur minyak MJ 89 Muba nyaris meledak

Babat Toman, Muba (ANTARA Sumsel) - Sumur minyak secara ilegal yang dilakukan warga Desa Bruge, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Senin nyaris meledak jika tidak segera diantisipasi pihak terkait.
Semburan gas keluar dari sumur minyak MJ 89, tepatnya di Jalan SMP YKB depan SDN 2 Mangunjaya, mulai tercium oleh warga dan sebagian sementara terpaksa mengungsi takut terjadi ledakan, kata sejumlah warga yang bermukim di kawasan sumur minyak tersebut.
"Kita mencium bau gas menyengat dan keluar dari sumur minyak itu. Takut terjadi kebakaran, saya dan keluarga terpaksa mengungsi ke rumah keluarga yang letaknya 200 meter dari lokasi semburan gas," kata salah seorang warga tak mau disebutkan namanya saat ditemui sejumlah wartawan.
Namun, ia mengakui, petugas Pertamina EP Ramba datang dan menutup saluran semburan gas, sehingga kondisi di kawasan itu kembali aman.
"Saya dan keluarga berani kembali ke rumah, karena aroma gas tidak tercium lagi," ungkapnya.
Sementara, PR Manager PT Pertamina EP, Agus Amperianto, mengatakan sumur minyak MJ 89 milik PT Pertamina EP Field Ramba, Senin sekitar pukul 17.30 WIB mengeluarkan bunyi dan semburan gas.
Semburan gas itu terjadi, akibat aktifitas penambang liar yang membuka proteksi sumur ( blind flange).
Tim PKD PT Pertamina EP yang tiba di lokasi mengukur tekanan di kepala sumur dan tercatat tekanan gas sebesar 100 ppm atau di atas ambang batas.
Aktifitas para penambang liar sudah meresahkan dan membahayakan baik lingkungan hidup maupun masyarakat sekitar lokasi, katanya.
Ia sangat menyayangkan, kejadian di sumur MJ 89 tersebut akan merugikan banyak pihak terutama masyarakat di sekitar.
Pihaknya tengah berupaya menertibkan aktifitas para penambang liar tersebut dengan bekerja sama aparat TNI dan kepolisian setempat supaya segera dihentikan.
Sementara, sumber Antara menyebutkan pihak PT Pertamina EP telah mengatasi semburan gas kering yang terjadi di Sumur MJ 89, Area Ramba, Sumatera Selatan.
Manajer Humas Pertamina EP Agus Amperianto di Jakarta, Senin mengatakan, pada Minggu (5/1) pukul 17.30 WIB, Sumur MJ 89 di Desa Beruge, Kecamatan Babat Toman, Sumsel mengeluarkan gas yang diakibatkan dari segel kepala sumurnya dibuka seorang oknum warga.
"Diduga ini sebagai akibat kegiatan para penambang liar tidak mengetahui potensi resiko kebocoran gas dan kebakaran yang dapat membahayakan lingkungan sekitar," katanya.
Menurut dia, hasil monitoring dengan alat pendeteksi gas, menyatakan kandungan gas konstan dalam batas radius aman yang ditetapkan.(Edy)
Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
