Logo Header Antaranews Sumsel

Rupiah Jumat sore stagnan Rp12.205

Jumat, 20 Desember 2013 18:52 WIB
Image Print
Uang kertas rupiah pecahan Rp50.000 dan Rp100.000. (Foto Antarasumsel.com/13/Yudi Abdullah)
...Pelaku pasar uang cenderung masih 'wait and see' terhadap dampak dari kebijakan bank sentral AS (the Fed) yang akan mengurangi pemberian stimulus moneternya sebesar 10 miliar dolar AS...

Jakarta (ANTARA Sumsel) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat sore masih belum bergerak nilainya atau stagnan di posisi Rp12.205 per dolar AS.

"Pelaku pasar uang cenderung masih 'wait and see' terhadap dampak dari kebijakan bank sentral AS (the Fed) yang akan mengurangi pemberian stimulus moneternya sebesar 10 miliar dolar AS menjadi 75 miliar dolar AS pada awal 2014," kata analis Monex Investindo Futures, Zulfirman Basir di Jakarta, Jumat.

Ia menambahkan mata uang dolar AS cenderung bergerak menguat terhadap mayoritas mata uang dunia menyusul munculnya tanda-tanda pulihnya ekonomi AS yang meningkat.

"Ketidakpastian outlook AS sebagian besar telah menghilang, kondisi itu mungkin membuat pelaku pasar bisa beralih ke dolar AS," kata dia.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari Jumat ini, tercatat mata uang rupiah melemah menjadi Rp12.245 dibanding sebelumnya (19/12) di posisi Rp12.191 per dolar AS.

Analis pasar uang Bank Mandiri, Reny Eka Putri mengharapkan pengurangan stimulus keuangan the Fed itu dapat memberi sentimen positif dikarenakan pelaku pasar uang telah mendapatkan kejelasan.

"Ketika 'tapering off' masih menjadi wacana, pasar uang domestik bergejolak, paska adanya kejelasan dari the Fed diharapkan mata uang rupiah menjadi positif," kata dia.



Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026