Logo Header Antaranews Sumsel

Puluhan warga Muba datangi kantor Camat

Rabu, 18 Desember 2013 17:23 WIB
Image Print
Warga datangi kantor Camat Lawang Wetan, Rabu (Foto Antarasumsel.com/13/Edy)

Sekayu, Muba (ANTARA Sumsel) - Puluhan warga Desa Ulak Paceh, Kecamatan Lawang Wetan, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu mendatangi kantor camat setempat, karena tidak puas dengan proses perekrutan tenaga kontrak kebersihan kecamatan.

Kami menuntut Camat untuk segera merombak kembali sejumlah tenaga kontrak kebersihan yang telah direkrut dengan cara tidak terbuka, kata Nurhayati (45) salah seorang warga berorasi di Kantor Kecamatan Lawang Wetan.

Nurhayati mengungkapkan, tidak terbukanya perangkat kecamatan yang dimulai dari Camat, Sekcam, dan beberapa perangkat lainnya menimbulkan pertanyaan.

Selain itu, menurutnya tenaga yang direkrut cenderung merupakan keluarga dari camat dan sekcam.

Kami sebenarnya tidak mempermasalahkan siapa yang ingin bekerja tetapi, caranya jangan tidak transparan, katanya.

Dia mengatakan bahwa satu bulan penetapan nama-nama telah beberapa kali mendatangi kantor kecamatan menanyakan perihal penerimaan tenaga kontrak tersebut, tetapi tetap saja disuruh bersabar oleh pihak kecamatan dengan alasan belum adanya pembukaan.

Sekitar satu minggu lalu, kami mendatangi kantor kecamatan untuk mempertanyakan proses perekrutan, tetapi tetap saja disuruh bersabar, katanya

Ia berharap, Pemkab Muba untuk membatalkan semua tenaga kontrak yang dinilai sarat kolusi tersebut.

Sementara, Kepala Desa Ulak Paceh Deni Afrika mengatakan dirinya tidak mengetahui adanya proses perekrutan tenaga kontrak ataupun honorer petugas kebersihan kecamatan.

Menyikapi permasalahan itu, kepala desa tersebut telah berupaya memfasilitasi dengan pihak kecamatan.

Tetapi lanjutnya, pihak kecamatan tidak merespon dan sebaliknya mengeluarkan kata-kata yang kurang etis didengar dan sempat menimbulkan kericuhan antara warga dengan perangkat kecamatan saat di kantor kecamatan.

Memang ada perkataan dari perangkat kecamatan yang menyingung warga yang mengatakan, jika ingin menjadi tenaga tukang sapu sebaiknya di rumah sendiri saja. Hal tersebut membuat warga emosi, katanya.

Dia menambahkan, akan mengirimkan surat kepada pihak kecamatan, ditembuskan kepada Bupati Muba H Pahri Azhari mempertanyakan perekrutan tersebut.

Kabag Humas Pemkab Muba Dicky Meirando, SSTP, MH, mengatakan baru mendengar adanya persoalan tersebut.

Sehingga dirinya belum dapat memberikan pernyataan terkait permasalahan yang terjadi itu, tetapi dirinya hanya berharap kondisi di masyarakat tetap kondusif.

Permasalahan ini, akan kita koordinasikan dulu dengan dinas terkait, karena menyangkut kewenangan dinas dan pihak kecamatan, katanyanya. (edy)



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026