Logo Header Antaranews Sumsel

Ilmuan ubah gas pencernaan sapi jadi bahan bakar

Rabu, 23 Oktober 2013 16:32 WIB
Image Print
Ilustrasi. (Foto Antarasumsel.com/Feny Selly)
.....Setelah gas dikompresi maka Anda akan mendapatkan gas yang serupa dengan gas alam.....

(ANTARA/Reuters) - Ilmuan Argentina berhasil menemukan cara untuk mengubah gas yang dihasilkan sistem pencernaan sapi menjadi bahan bakar.

Inovasi ini kemungkinan dapat meredam gas-gas rumah kaca yang menyebabkan terjadinya pemanasan global.

Dengan menggunakan sistem katup dan pompa, teknik percobaan yang dikembangkan oleh Institut Teknologi Pertanian Nasional Argentina (INTA) ini menyalurkan gas pencernaan dari rongga perut sapi melalui sebuah tabung dan kemudian dimasukkan ke dalam tangki.

Gas-gas tersebut - yang lebih dikenal dengan istilah sendawa atau 'eruptos' dalam bahasa Spanyol - kemudian diproses untuk memisahkan gas metana dari gas-gas lainnya, antara lain karbon dioksida.

Metana merupakan komponen utama dari gas alam, yang digunakan sebagai bahan bakar segala macam hal mulai dari mobil hingga pembangkit listrik.

"Setelah gas dikompresi maka Anda akan mendapatkan gas yang serupa dengan gas alam," ujar Guillermo Berra, ketua grup fisiologi hewan INTA.

Setiap ekor sapi menghasilkan antara 250 hingga 300 liter gas metana murni perhari. Jumlah tersebut cukup untuk menyalakan sebuah lemari es selama 24 jam penuh.



Pewarta:
Editor: AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026