
Harga karet Sumsel naik

Palembang (ANTARA Sumsel) - Harga bahan olah karet kualitas 90 persen di Sumatera Selatan hingga saat ini tercatat Rp24.429 per kilogram, atau naik dibandingkan tiga hari sebelumnya kisaran Rp24.402 per kg.
Sekretaris Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Selatan H Awie Aman di Palembang, Senin, menjelaskan, hari ini harga karet ada sedikit lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Menurut dia, kenaikan harga bahan olah karet (bokar) kualitas 90 persen itu disesuaikan dengan perkembangan harga di tingkat pabrik anggota Gapkindo di daerah ini.
Di samping itu, juga disesuaikan dengan perkembangan harga di luar negeri, karena sebagian besar hasil bokar diekspor ke sejumlah negara konsumen.
Karet sampai saat ini masih tetap menjadi komoditas andalan penyumbang devisa terbesar ekspor nonmigas Sumatera Selatan.
Menurut Awie, di Sumsel hingga saat ini terdapat belasan perusahaan pengolahan karet anggota Gapkindo dan menampung hasil petani.
Sejumlah perusahaan pengolahan karet tersebut sebagian besar berada atau melakukan kegiatan usaha dengan pabriknya di pinggiran Kota Palembang, sehingga para pedagang pengumpul banyak menjual hasil komoditas itu ke ibukota provinsi Sumsel ini.
Ia menambahkan, para pedagang pengumpul biasanya menjual hasil karet petani ke pengusaha pabrik di Kota Palembang untuk selanjutnya setelah diolah menjadi barang setengah jadi baru diekspor.
Sumatera Selatan hingga saat ini terdapat sejumlah daerah penghasil karet antara lain Kabupaten Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Musibanyuasin, Muaraenim, Lahat, Ogan Komering Ulu termasuk Kabupaten Musirawas dengan total luas mencapai satu juta hektare lebih.
Mengenai kegiatan ekspor, Kepala Badan Pusat Statistik Sumsel Baehdi Ruswana di Palembang sebelumnya mengatakan bahwa realisasi ekspor nonmigas Sumatera Selatan periode Januari-Juni 2013 total menghasilkan devisa 1,73 miliar dolar Amerika Serikat (AS), dan penyumbang devisa terbesar masih didominasi karet mencapai 1,44 miliar dolar AS.
Komoditas penyumbang devisa ekspor nonmigas Sumsel terbesar kedua adalah CPO dan produk turunannya 98,25 juta dolar, disusul batu bara 74,99 juta dolar dan kayu/produk kayu 14,34 juta dolar AS.
Pewarta: Oleh Muhammad Suparni
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
