
Sumsel borong penghargaan "iosa"

Palembang (ANTARA Sumsel) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Selatan memborong penghargaan pengguna dan pencipta piranti lunak nasional "Indonesia Open Source Award" 2013, kata Kasubag Humas Kanwil Kementerian Agama Sumsel Saefudin.
Penghargaan yang didapat itu di antaranya menjadi juara pertama katagori tingkat SMA yang direbut MAN Lahat dan Kakanwil Kementerian Agama Sumsel mendapat juara dua nasional katagori pemerintahan provinsi dan kabupaten, kata Saefudin kepada wartawan di Palembang, Sabtu.
Penghargaan berupa piagam dan plakat itu diserahkan oleh Menteri Kominfo Tifatul Sembiring di Jakarta beberapa hari lalu, kata dia.
Menurut dia, MAN Lahat merupakan peserta satu-satunya yang membawa bendera Kementerian Agama di Indonesia, dan berhasil meraih juara pertama.
"Yang jelas, MAN Lahat patut bersyukur, karena baru pertama ikut kompetisi IOSA ini, dan berhasil meraih juara pertama," katanya.
Begitu juga Kanwil Kementerian Agama Sumsel satu-satunya yang ikut dari kementerian agama dan juga dapat juara, kata dia.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa IOSA salah satu bentuk penghargaan pemerintah terhadap individu dan masyarakat Indonesia yang berhasil menciptakan peranti lunak untuk berbasis "open source" dan peranti lunak lokal.
Kampanye penggunaan piranti lunak dimulai pada tahun 2004 setelah lahirnya Undang-Undang no 19 Tahun 2002 Tentang Hak Atas Kekayaan Intelektual.
IOSA mulai diselenggarakan pada 2010 itu bertujuan umtuk memberikan penghargaan dan memotivasi para pengguna, penggiat, pendidik, dan pengembang produk-produk berbasis open source, jelasnya.
Pewarta: Oleh: Ujang Idrus
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
