Logo Header Antaranews Sumsel

Harga karet petani Sumsel naik

Kamis, 29 Agustus 2013 17:48 WIB
Image Print
Petani melakukan transaksi karet (FOTO ANTARA)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Harga karet petani yang dipasarkan melalui lelang di Desa Regan Agung Kecamatan Banyuasin III, Sumatera Selatan, Kamis tercatat Rp10.600 per kilogram, naik dibandingkan sebelumnya Rp9.738 per kilogram.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Sumatera Selatan, Benyamin mengatakan harga karet tersebut diketahui berdasarkan data dihimpun melalui sejumlah KUD dan pasar lelang di beberapa wilayah daerah penghasil.

Dijelaskannya, berdasarkan informasi dari Ketua Unit Produksi dan Pemasaran Benih (UPPB) Lavender, Rozi ketika dihubungi di Banyuasin III bahwa sejak sebulan terakhir harga bahan olah karet (bokar) di UPPB HAMAS umur satu minggu berangsur naik dibandingkan sebelumnya.

Menurut dia, kenaikan harga bokar petani yang dijual melalui pasar lelang tersebut karena menyesuaikan perkembangan perdagangan komoditas itu di pasaran tingkat pabrik di Palembang.

Selanjutnya, perkembangan karga bokar petani di pasar lelang Koperasi Unit Desa Mupakat Jaya tercatat Rp11.200 per kg.

Harga jual karet di UPPB Usaha Bersama Rp10.000, UPPB Bina Tani Rp9.980, UPPB Harapan Kita Rp10.400 per kg.

Sementara, Sarno (48) petani asal Desa Sugihan, Kabupaten Muaraenim ketika dihubungi dari Palembang mengatakan, harga karet di tingkat petani dalam sebulan terakhir memang sudah berangsur membaik.

Pasaran karet petani di salah satu daerah penghasil komoditas tersebut sekarang ini mulai ada peningkatan dari sebelumnya kisaran Rp9.700 sekarang naik menjadi Rp9.950 per kg yang diharapkan beberapa hari kedepan kembali naik.

Ia berharap, harga karet berangsur naik karena komoditas tersebut merupakan satu-satunya penghasilan petani di daerahnya yang menjadi andalan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Memang diakuinya, petani di Desa Sugihan dan beberapa desa sekitarnya ada juga menanam padi, namun itu hanya usaha sampingan yang menghasilkan sekali setahun.

Sedangkan karet, apabila sudah panen setiap hari menghasilkan, sehingga menjadi pendapatan andalan petani, katanya.

Sementara berdasarkan data Dinas Perkebunan setempat, di Sumatera Selatan hingga saat ini terdapat sejumlah daerah penghasil karet antara lain di Kabupaten Muaraenim, Banyuasin, Musibanyuasin, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ilir, Lahat, dan Kabupaten Musirawas dengan total luas mencapai satu juta hektare lebih.

Perkebunan karet di Sumsel selain dikelola perusahaan swasta nasional dan asing, sebagian diusahakan petani secara turun-temurun.

Mengenai kegiatan ekspor, Kepala Badan Pusat Statistik Sumsel Baehdi Ruswana di Palembang sebelumnya mengatakan bahwa realisasi ekspor nonmigas Sumsel periode Januari-Mei 2013 yang total menghasilkan devisa 1,48 miliar dolar Amerika Serikat (AS), karet menyumbang terbesar mencapai 1,21 miliar dolar AS.

Komoditi penyumbang devisa ekspor nonmigas Sumsel terbesar kedua adalah CPO dan produk turunannya 92,29 juta dolar, disusul batu bara 67,28 juta dolar dan kayu/produk kayu 11,65 juta dolar AS.



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026