Logo Header Antaranews Sumsel

Harga daging sapi di Musirawas Rp120/kg

Rabu, 7 Agustus 2013 17:15 WIB
Image Print
Pedagang daging (Foto Antarasumsel.com/13/Feny Selly/Aw)

Musirawas, Sumsel (ANTARA Sumsel) - Harga daging sapi dan kerbau di pasar tradisonal Tugu Mulyo, Kabupaten Musirawas, sumatera Selatan, Rabu atau sehari menjelang Idul Fitri 1434 H mencapai Rp120 ribu atau naik dari hari sebelumnya kisaran Rp100 ribu per kilogram.

Berdasarkan pantauan di pasar tersebut, Rabu, tidak hanya harga daging yang melonjak tinggi, tapi cabai merah keriting juga naik menjadi Rp90 ribu dari hari sebelumnya Rp60 ribu per kilogram.

Seorang pedagang, Supardi mengatakan, tingginya harga daging menjelang lebaran itu disamping permintaan cukup tinggi, juga harga ternak dari masyarakat naik tajam.

"Biasanya kami membeli sapi hidup Rp35 ribu per kilogram saat ini naik menjadi Rp50 ribu per kilogram, sedangkan stoknya terbatas," ujarnya.

Selama dua hari terakhir pihaknya berhasil memotong sapi dan kerbau sekitar 15 ekor, jumlah itu naik cukup tinggi dari hari-hari biasa sekitar tiga ekor.

Untuk harga ayam kampung dijual pedagang Rp60 ribu per kilogram, naik dari hari-hari biasa hanya Rp40 ribu per kilogram, permintaan mendekati lebaran ini juga cukup tinggi.

Selanjutnya harga bebek hidup dijual Rp50 ribu per kilogram sedangkan sebelumnya Rp38 ribu per kilogram dan harga daging ayam potong dijual Rp40 ribu dari sebelumnya Rp35 ribu per kilogram.

Harga berbagai jenis sayuran tetap bertahan seperti buncis Rp8.000, kol/kubis Rp7.500, kangkung dan bayam masing-masing Rp1.000 per ikat dan daun pepaya dijual Rp2.500 per ikat.

Sedangkan harga berbagai jenis iakn air tawar berkisar Rp50 ribu-Rp60 ribu per kilogram mengalami kenaikan rata-rata Rp5.000 per kilogram dari sebelumnya.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Musirawas melalui Kasi Produksi Sajadi sebelumnya mengatakan, untuk mengantisipasi lonjakan harga daging menjelang lebaran 2013, pihaknya menyediakan 1.290 ekor ternak sapi dan kerbau.

Dari jumlah itu terdiri atas sebanyak 521 ekor kerbau, dan sisanya sapi yang seluruhnya masih di masyarakat dan setiap saat dibutuhkan bisa diambil.

Ia mengatakan, stok sapi dan kerbau sebanyak itu sudah melebihi kebutuhan masyarakat setempat yang jumlahnya sekitar 356 ekor, sedangkan sisanya akan dijual ke luar daerah itu.

Kenaikan harga daging mencapai Rp120 ribu itu pernah terjadi saat memasuki bulan puasa lalu karena permintaan cukup tinggi dan bukan kekurangan stok, tapi setiap menjelang puasa dan lebaran terjadi lonjakan permintaan.

Ia menambahkan, ternak yang dipotong itu seluruhnya dalam kondisi sehat dan sebelum masuk rumah potong kesehatannya diperiksa tim medis khusus.

Stok sapi potong di daerah itu sebagian besar hasil penggemukan masyarakat, di samping sapi lokal dan ternak kerbau yang pemeliharaannya masih dilakukan secara alami,ujarnya.



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026