
Harga daging sapi di Bandarlampung Rp110.000 per kg

...Sebelumnya harga daging sapi itu masih bertahan di bawah Rp100.000 per kg. Namun dalam beberapa hari menjelang Lebaran ini mengalami kenaikan harga menjadi di atas Rp100.000 per kg...
Bandarlampung (ANTARA Sumsel) - Harga daging sapi di pasar tradisional Bandarlampung pada Selasa atau dua hari menjelang Lebaran tahun 2013 masih bertahan di angka Rp110.000 per kilogram.
Menurut sejumlah konsumen, mereka sengaja membeli lebih awal walaupun Idul Fitri 1434 Hijriah beberapa hari lagi agar tidak harus membeli dengan harga lebih tinggi.
"Kalau besok membeli daging sapi itu, harganya pasti lebih mahal lagi," kata Ny Aisah, warga Bandarlampung, konsumen di Pasar Tempel Sukarame.
Menurut dia, sebelumnya harga daging sapi itu masih bertahan di bawah Rp100.000 per kg. Namun dalam beberapa hari menjelang Lebaran ini mengalami kenaikan harga menjadi di atas Rp100.000 per kg.
Beberapa pedagang daging di pasar tradisional di Bandarlampung menyatakan, kemungkinan harga daging itu masih akan mengalami kenaikan lagi pada sehari menjelang Lebaran, Rabu (7/8) besok.
"Harga daging sapi naik karena permintaan meningkat menjelang Lebaran," kata pedagang daging di Pasar SMEP Bandarlampung.
Selain harga daging yang naik, harga ayam kampung dan ikan air tawar juga mengalami kenaikan.
Konsumen di sejumlah pasar di Bandarlampung menyebutkan saat ini harga ayam kampung ukuran sedang berkisar Rp75.000 hingga Rp100.000 per ekor, sedangkan ukuran besar bisa lebih mahal lagi, dan ukuran lebih kecil pada kisaran Rp50.000 hingga Rp65.000 per ekor.
Para konsumen masih meminati daging ayam kampung karena rasanya yang khas, selain juga tetap membeli daging sapi untuk variasi menu makanan saat Lebaran nanti.
Beberapa konsumen juga menyebutkan adanya kenaikan harga ikan air tawar, seperti ikan gurame yang naik menjadi Rp40.000 per kg, dari sebelumnya masih pada kisaran Rp38.000 per kg.
Menurut para pedagang ikan air tawar itu, selain permintaan konsumen tinggi, pasokan ikan air tawar menjelang Lebaran ini mulai berkurang.
Menanggapi kenaikan harga daging sapi itu, Wiwik (34), salah satu konsumen di Bandarlampung, mengaku kecewa karena harga daging sapi sangat tinggi.
"Baru saja kemarin saya beli Rp90 ribu/kilogram, hari ini sudah naik," katanya.
Semula ia merencanakan ingin membeli daging untuk kesiapan menyambut Lebaran sebanyak 3 kilogram, namun niatan itu urung melihat kondisi harga yang sudah naik cukup tinggi.
"Semula saya mau beli tiga kilogram daging semua, tapi ya sudahlah dioplos saja dengan hati daging biar tetap terlihat banyak," ujarnya.
Zulkarnain (28), pedagang bakso musiman di Bandarlampung juga menyayangkan kenaikan harga daging di pasaran yang cenderung tidak terkontrol.
"Setiap Lebaran, pasti harga bahan pokok naik, termasuk daging sapi," ujar dia.
Permintaan bakso menurutnya pada saat Lebaran meningkat dibandingkan harga hari biasanya.
"Penjualan bakso butiran sudah saya tekuni sejak dua tahun terakhir, permintaannya lumayan naik," ujarnya pula.
Pada Lebaran kali ini, ia menerima orderan sebanyak 15 kilogram. Semula ia menjual Rp125 ribu/kg, namun seiring kenaikan harga ia pun menjual menjadi Rp135 ribu/kg.
Dia berharap pemerintah mampu mengendalikan harga daging sapi tersebut, agar seluruh masyarakat dapat mengkonsumsi daging saat Lebaran.
"Kasihan orang yang tidak mampu kalau harga daging sapi naik terus-terusan," katanya lagi.
Provinsi Lampung termasuk salah satu daerah pemasok daging sapi, daging ayam, dan telur ke sejumlah daerah di Sumatera daj Jabodetabek, karena telah surplus.
Lampung memiliki sejumlah perusahaan penggemukan sapi impor dan sapi lokal, sehingga mampu memenuhi kebutuhan lokal dan dapat memasok ke daerah lain termasuk DKI Jakarta.
Pewarta: Oleh: Budisantoso Budiman
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
