Logo Header Antaranews Sumsel

BI berperan bina wirausaha muda

Kamis, 11 Juli 2013 11:30 WIB
Image Print
Bank Indonesia (FOTO ANTARA)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Bank Indonesia ikut perperan mencetak dan membina wirausaha muda sebagai bentuk pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah, meski tidak diperkenankan memberikan bantuan keuangan atau kredit.

"Puluhan orang wirausaha muda sudah dibina Bank Indonesia sejak tahun 2012 dengan memberikan bantuan berupa pemberian bibit atau alat kerja," kata Peneliti Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah VII, Sudarta di Palembang, Kamis.

Ia mengemukakan, pembinaan wirausaha muda itu diawali dengan kegiatan Bank Indonesia sendiri dalam mengklasifikasi potensi suatu kawasan di Provinsi Sumatera Selatan dan Bangka Belitung.

"Program ini sudah menyentuh sejumlah peternak sapi dan petani organik, dan khusus pada 2013 fokus membina petani rumput laut," ujarnya.

Ia menambahkan, pembinaan itu tak sebatas memberikan bantuan teknis yang bersifat langsung, tapi juga meliputi hal-hal nonteknis seperti mempertemukan pengusaha kecil dengan pihak bank, pembeli, hingga berbagai unsur terkait yang dapat membantu pengembangan usaha.

"Terkadang didatangkan seorang motivator yang terbukti berhasil mengembangkan usaha untuk memancu semangat petani dan peternak," katanya.

Ia menambahkan, peranan Bank Indonesia dalam pengembangan UMKM berubah menjadi bersifat tidak langsung yakni melalui pemberian bantuan teknis seperti pelatihan, penyediaan informasi, fasilitasi, promosi, pengembangan riset, survei, dan inovasi.

Setelah diberlakukannya UU Nomor 3 Tahun 2004, kebijakan Bank Indonesia dalam membantu pengembangan UMKM mengalami perubahan paradigma mendasar, yakni tidak lagi memberikan bantuan keuangan atau Kredit Likuiditas Bank Indonesia (KLBI).

Menurutnya, meski mengalami perubahan paradigma, bukan berarti kebijakan dan strategi untuk mendukung UMKM menjadi berkurang bagi lembaga Bank Sentral Republik Indonesia itu.

"Dukungan BI lebih kepada peningkatkan upaya-upaya akses UMKM kepada perbankan melalui mekanisme hubungan bisnis yang saling menguntungkan," ujarnya.

Upaya-upaya ini diharapkan dapat membangun sinergi, sehingga mampu menjembatani "gap" antara aspek kehati-hatian yang diterapkan dalam operasi perbankan terhadap UMKM.

Berdasarkan data Bank Indonesia diketahui bahwa penyaluran kredit UMKM oleh bank konvensional yang beroperasi di Sumsel mengalami pertumbuhan cukup baik, dengan mencatat persentase 17,14 persen pada April 2013 (year on year) atau mencapai total Rp15,2 triliun.

Persentase itu dipandang sangat baik mengingat telah mengungguli penyaluran kredit untuk sektor ekonomi lainnya yang justru hanya tumbuh sebesar 16,34 persen pada April 2013 (year on year).



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026