Logo Header Antaranews Sumsel

Petani Sumsel relatif sejahtera

Jumat, 5 Juli 2013 17:53 WIB
Image Print
Sejumlah petani tengah menyebarkan pupuk di area persawahan Semendo Darat Ulu Muara Enim Sumatera Selatan, Senin (4/2). (Foto Antarasumsel.com/13/Feny Selly/Aw)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Badan Pusat Statistik Sumatera Selatan mencatat nilai tukar petani padi dan palawija perovinsi itu pada Juni 2013 sebesar 124,52 persen, menunjukkan bahwa petani daerah tersebut relatif sejahtera dibandingkan dengan tahun 2007.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan Baehdi Ruswana di Palembang, Jumat, mengatakan, bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya nilai tukar petani padi dan palawija Sumatera Selatan Juni 2013 turun sebesar 0,30 persen.

Menurut dia, nilai tukar petani padi dan palawija merupakan indikator untuk menunjukkan kemampuan daya beli petani.

Perkembangan nilai tukar petani padi dan palawija cukup berfluktuasi, namun kemampuan nilai tukarnya masih lebih baik dibandingkan tahun dasar 2007.

Nilai tukar petani padi dan palawija Sumsel berasal dari perbandingan antara indek harga diterima petani padi dan palawija terhdap indek harga dibayar petani tersebut untuk konsumsi rumah tangga dan biaya produksinya.

Namun, bila dibandingkan dengan bulan Mei 2013, NTP padi dan palawija Juni 2013 mengalami penurunan 0,30 persen.

Sementara, indek harga yang diterima petani padi dan palawija bulan Mei 2013 sebesar 170,92 dan Juni 2013 sebesar 171,42 berarti naik 0,29 persen.

Peningkatan ini karena indek harga diterima petani dari komoditas padi dan palawija mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,17 dan 0,73 persen.

Indek harga yang dibayar petani padi dan palawija bulan Juni 2013 juga mengalami peningkatan sebesar 0,59 persen dibandingkan bulan Mei 2013, peningkatan indek harga dibayar petani pada Juni 2013 tersebut karena indek konsumsi rumah tangga petani dan indek biaya produksi mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,70 dan 0,07 persen, katanya.

Selanjutnya, nilai tukar petani hortikultura merupakan indikator untuk menunjukkan kemampuan daya beli petani hortikultura. Sama halnya dengan petani padi dan palawija, perkembangan nilai tukar petani hortikultura juga cukup berfluktuasi.

Namun, kata dia, nilai tukar petani hortikultura pada Juni 2013 sebesar 113,98 persen, bila dibandingkan dengan Mei 2013, nilai tukar petani holtikultura pada Juni 2013 mengalami penurunan sebesar 0,33 persen.

Menurut dia, penurunan nilai tukar petani hortikultura di bulan Juni 2013 tersebut karena indek harga diterima petani mengalami kenaikan sebesar 0,25 persen, sementara indek dibayar petani mengalami kenaikan lebih tinggi yaitu sebesar 0,58 persen.

Komoditas hortikultura meliputi sayur-mayur dan buah-buahan, dimana pada Juni 2013 indek harga komoditas sayur-mayur mengalami kenaikan sebesar 1,15, sementara indek harga komoditas buah-buahan mengalami penurunan sebesar 0,02 persen.

Indek harga dibayar petani hortikultura pada Juni 2013 sebesar 135,07 atau naik 0,58 persen, terutama karena meningkatkan indek harga konsumsi rumah tangga 0,71 persen. Naiknya indek harga konsumsi rumah tangga petani hortikultura tersebut terutama karena naiknya kelompok bahan makanan sebesar 1,23 persen.



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026