Logo Header Antaranews Sumsel

Harga daging sapi di Jambi capai Rp110 ribu/kg

Kamis, 4 Juli 2013 21:23 WIB
Image Print
Ilustrasi (Foto Antarasumsel.com/Yudi Abdullah/11)
...Daging sapi di pasar tradisional Angso Duo dan Talang Banjar Kota Jambi dijual Rp100.000/Kg, sementara di Pasar Simpang Pulai dijual seharga Rp110.000/Kg...

Jambi (ANTARA Sumsel) - Harga daging sapi di sejumlah pasar di Kota Jambi pada Kamis, mencapai Rp110 ribu hingga Rp115 ribu per kilogram.

Tingginya harga daging ini dikeluhkan beberapa ibu rumah tangga, karena kenaikan harga ini bukan hanya pada gading tapi juga ayam dan bawang merah.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi, Kamis, daging sapi di pasar tradisional Angso Duo dan Talang Banjar Kota Jambi dijual seharga Rp100.000/Kg.

Sementara di Pasar Simpang Pulai dijual seharga Rp110.000/Kg, bahkan di tingkat pengecer, terutama warung-warung sayur di komplek perumahan ada yang menjual seharga Rp115.000/Kg.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Disperindag Provinsi Jambi Filda Deviarni ketika dikonfirmasi membenarkan tingginya harga daging di sejumlah pasar tradisional di Kota Jambi yang terjadi sejak beberapa hari terakhir.

Ia juga memastikan persediaan kebutuhan pokok menjelang puasa tetap cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, karena pasokan hingga saat ini juga tidak ada kendala.

Berdasarkan pantauan, beberapa hari menjelang puasa, selain daging, harga ayam potong juga mengalami lonjakan kenaikan hingga Rp38.000/kg dari biasanya Rp28.000/Kg, sementara ayam kampung saat ini dijual Rp45.000/Kg.

Harga bawang merah dalam beberapa hari ini juga mengalami kenaikan, dan saat ini jual seharga Rp40.000/Kg, sedangkan bawang putih Rp16.000 hingga Rp18.000/Kg.

Fresillah, seorang ibuk rumah tangga di Komplek Kejora Permai mengaku pusing dengan kenaikan sejumlah kebutuhan pokok dan daging menjelang puasa ini.

"Saya sebagai ibu rumah tangga jadi pusing dan bingung, harga-harga kebutuhan pokok seperti bawang merah terus naik, demikian pula daging sapi dan ayam. Anggaran belanja makan jadi membengkak," katanya.

Gustiana, ibu rumah tangga lainnya mengaku menahan diri untuk tidak membeli daging menghadapi puasa ini, karena harganya sudah terlalu tinggi, demikian juga dengan daging ayam.

"Biasanya kalau menjelang puasa kita beli daging, tapi karena harganya mahal, terpaksa nggak beli daging dulu," katanya.



Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026