Logo Header Antaranews Sumsel

Bank Mutiara optimalkan UKM Center

Selasa, 25 Juni 2013 17:46 WIB
Image Print
Presiden Direktur PT Bank Mutiara Tbk, Sukoriyanto Saputro (2kanan) didampingi Komisaris Utama Pontas R Siahaan (2kiri) dan Direktur Treasury dan Internasional Banking Ahmad Fajar (kanan) serta Managing Director, Benny Purnomo (kiri). (Foto Antarasum

Palembang (ANTARA Sumsel) - Bank Mutiara segera mengoptimalkan "UKM Center" atau pusat pelayanan pinjaman modal dan pembinaan usaha kecil menengah di Kota Palembang, Sumatera Selatan.

"Optimalisasi program tersebut sebagai langkah mendorong perkembangan ekonomi masyarakat di daerah itu dengan sasaran utama pedagang," kata Presiden Direktur PT Bank Mutiara Tbk Sukoriyanto Saputro di Palembang, Selasa.

Menurut dia, UKM Center tidak hanya berfungsi sebagai pusat konsultasi bantuan permodalan tetapi juga membina pedagang agar mampu mengembangkan usaha mereka.

Sampai kini sasaran utama program tersebut masih kepada masyarakat pedagang tetapi secara bertahap akan dilakukan perluasan sektor lain, ujarnya.

Ia mengatakan bahwa untuk pinjaman modal bagi pedagang pihaknya membatasi sebesar Rp100 juta dengan ketentuan persis dengan prosedur perbankan secara umum.

Ia mengatakan bahwa UKM Center akan beroperasi di Bank Mutiara Kantor Kebumen yang tidak jauh dari pusat perbelanjaan tradisional terbesar di Sumatera Selatan, Pasar 16 Ilir.

Sementara itu, Direktur Treasury dan Internasional Banking Ahmad Fajar mengatakan produk lain Bank Mutiara yang kini sedang mereka kembangkan adalah kredit modal kerja untuk "money changer".

Selama ini, kredit modal jasa penukaran uang (money changer) tersebut berkembang pesat di Surabaya dan Bali, katanya.

Dia menambahkan, "platform" produk itu mencapai Rp500 juta per nasabah tetapi tentunya disesuaikan dengan kegiatan usaha money changer yang mereka kelola.

Fajar mencontohkan, di Bali biasa setiap hari Jumat pelaku usaha jual beli valuta asing meminjam modal ke Bank Mutiara dan Senin pinjaman telah dikembalikan.

Pengembalian pinjaman pun tidak mesti dalam bentuk mata uang asing tetapi juga menerima rupiah.



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026