Logo Header Antaranews Sumsel

Nilai tukar petani Lampung naik

Rabu, 5 Juni 2013 08:28 WIB
Image Print
Ilustrasi (FOTO ANTARA)

Bandarlampung (ANTARA Sumsel) - Nilai tukar petani (NTP) Lampung pada Mei 2013 naik 0,85 persen karena adanya kenaikan harga subsektor tanaman perkebunan rakyat dan hortikultura.

Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung, Bambang Widjonarko, di Bandarlampung, Rabu, mengatakan bahwa harga komoditas perkebunan rakyat, seperti karet dan kelapa sawit, mengalami kenaikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya yang mengalami penurunan tajam.

Pada subsektor tanaman hortikultura terdapat kenaikan harga cabai merah dan buah pisang yang kemungkinan disebabkan adanya pembatasan impor buah-buahan.

"Peningkatan pada beberapa subsektor tersebut memicu kenaikan NTP Lampung pada Mei 2013 menjadi 125,35 atau naik 0,85 persen," katanya.

Ia menyebutkan, NTP Provinsi Lampung pada Mei 2013 pada masing-masing subsektor tercatat 112,96 untuk tanaman padi dan palawija, hortikultura 129,41, serta subsektor tanaman perkebunan rakyat 129,41, subsektor peternakan 105,86, dan perikanan 111,7.

Bambang merincikan lebih lanjut, pada Mei seluruh subsektor mengalami kenaikan NTP.

Subsektor tanaman padi dan palawija mengalami kenaikan NTP sebesar 0,79 persen, tanaman hortikultura naik 2,12 persen, tanaman perkebunan rakyat naik 0,33 persen, peternakan naik 0,41 persen, dan perikanan naik 0,07 persen.

Dia menambahkan, dari 32 provinsi, sebanyak 24 provinsi mengalami kenaikan NTP dan delapan provinsi mengalami penurunan NTP.

Kenaikan tertinggi NTP terjadi di Provisi Lampung dengan peningkatan 0,85 persen.

Sementara itu, penurunan NTP terbesar terjadi di Kalimantan Barat yang turun 0,74 persen.

Pada Mei 2013, inflasi di daerah pedesaan di Provinsi Lampung sebesar 0,06 persen.

Inflasi di daerah pedesaan terutama disebabkan oleh kenaikan indeks harga pada kelompok makanan jadi dan kelompok sandang.



Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026