Logo Header Antaranews Sumsel

Pemprov Sumsel peringati Hari Tembakau

Jumat, 31 Mei 2013 21:00 WIB
Image Print
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Antarasumsel.com/Grafis/Aw)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Pemprov Sumatera Selatan memperingati hari tembakau se dunia di Palembang, Jumat, kata Kepala Dinas Kesehatan Sumsel dr Fenty Aprina.

Usai acara peringatan di Palembang, Fenty mengatakan, lebih dari 43 juta anak Indonesia saat ini hidup serumah dengan perokok dan terhisap asap rokok atau sebagai perokok pasif.

Anak-anak terhisap asap tembakau akan mengalami pertumbuhan paru yang lambat dan lebih mudah terkena bronkhitis serta infeksi saluran pernapasan, infeksi telinga termasuk asma.

Kondisi kesehatan yang buruk di usia dini akan menyebabkan kesehatan buruk pula di saat dewasa.

Menurut dia, selain itu masyarakat yang merokok di Indonesia jumlahnya mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.

Selain itu, kecenderungan peningkatan jumlah perokok membawa konsekuensi jangka panjang.

Hal ini karena semakin banyak generasi muda terhisap asap rokok tanpa disadari terus menumpuk zat toksik dan karsinogenik yang bersifat fatal.

Apalagi saat ini anak-anak dan kaum muda semakin dijejali dengan ajakan merokok oleh iklan, promosi dan sponsor rokok yang sangat gencar.

Sebenarnya, menurut dia, hal tersebut sudah dilarang banyak negara ASEAN.

Sehubungan itu dalam peringatan Hari Tanpa Tembakau se-dunia 2013 ini, sangat tepat untuk mengingatkan semua agar segera mengambil peran yang lebih besar guna melindungi generasi muda dari penggunaan dan terhisap asap rokok, kata dia.

Sementara, pemerintah sendiri telah melakukan berbagai upaya dalam pengendalian masalah kesehatan akibat tembakau antara lain mengembangkan regulasi pengendalian tembakau, pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan.

Selain itu juga dilakukan kerja sama dengan LSM, Perguruan Tinggi dan masyarakat madani dalam pengendalian tembakau.

Oleh karena itu kiranya momentum ini dapat menggugah semua untuk bersama-sama melindungi generasi muda, dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi generasi penerus bangsa.

Upaya perlindungan generasi muda terhadap bahaya rokok merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa, baik individu, masyarakat, LSM, akademisi, parlemen maupun pemerintah.

Pihaknya yakin bahwa upaya dalam pengendalian masalah rokok ini akan berdampak positif juga terhadap produktivitas bangsa, serta terbentuknya generasi muda yang berdaya saing tinggi, katanya.



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026